Sukses

Sempat Jadi Korban Hoaks Meninggal Saat Demo Tolak Omnibus Law, Kondisi Dody Membaik

Liputan6.com, Pekanbaru - Beberapa hari lalu, Dody Wahyudi viral karena video wajahnya yang berdarah-darah beredar luas setelah mengikuti protes pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Saat itu, dia digotong beberapa mahasiswa lainnya karena demonstrasi di DPRD Riau itu ricuh.

Malam harinya, pembuat hoaks berseliweran di media sosial dan menyatakan Dody meninggal dunia. Kenyataannya, Dody masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bross Panam, Kota Pekanbaru.

Lima hari menjalani rawat inap, kondisi Dody mulai membaik. Namun demikian, perban masih membalut bagian hidungnya. Selama dirawat, Dody selalu ditemani sang ibu.

Pada Kamis siang, 12 Oktober 2020, Dody mendapatkan kunjungan dari Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, Kabid Dokkes Komisaris Besar Priyo Kuncoro, Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya dan pejabat Polda Riau lainnya.

Baik Sunarto hingga Nandang terlihat berbincang dengan Dody dan ibunya. Sang ibu menceritakan bagaimana pertama kali mendapat kabar anaknya itu mendapat luka saat demonstrasi.

"Awalnya saya ditelepon sama kawannya, katanya, Dody jatuh," ucap sang ibu.

Penuh kekhawatiran, ibu Dody langsung bergegas ke Pekanbaru. Dia mengajak adik Dody karena mendapat kabar anaknya itu sudah dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru.

"Alhamdulillah kondisinya membaik, semoga bisa pulang secepatnya," kata ibu Dody.

Ibu Dody menceritakan, anaknya itu nyambi bekerja di salah satu rumah potong di Pekanbaru. Hal itu dilakukannya karena punya tanggung jawab terhadap adik-adiknya di kampung.

"Belum menikah anak saya ini," kata ibu Dody.

 

2 dari 4 halaman

Kondisi Mulai Membaik

Sementara Komisaris Besar Nandang menjelaskan, rencana menjenguk Dody sudah dijadwalkan beberapa hari lalu. Nandang juga senang melihat kondisi Dody sudah membaik.

"Tadi dia sudah berkomunikasi dengan baik, baik dengan kami ataupun tim medis," ucap Nandang.

Saat demonstrasi, Nandang mendengar kabar Dody meninggal dunia karena luka yang dialami. Pihaknya langsung mengecek informasi dimaksud dan dinyatakan hoaks karena diembuskan pihak tak bertanggung jawab.

Sebelum pulang, Nandang menyerahkan tali asih kepada Dody melalui ibunya.

Sementara itu, Humas Awal Bross Pekanbaru dr Rumatha Sihaloho menjelaskan, Dody kini masih menjalani pemulihan. Dody selama dirawat ditangani dokter spesialis mata dan telinga, hidung serta tenggorokan.

"Kalau rekam medis itu sifatnya rahasia, namun kami sampaikan proses pemulihannya sangat baik, kami optimistis pasien bisa kembali seperti semula," kata Rumatha.

 

3 dari 4 halaman

Kapolda Beri Perhatian

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menyebut bakal memberi perhatian kepada pihak-pihak yang terluka saat demonstrasi pekan lalu. Termasuk kepada anggotanya yang juga dirawat karena mendapat luka saat mengawal demonstrasi.

Agung menjelaskan, ada 11 polisi yang mendapat perawatan usai demonstrasi. Beberapa di antaranya menjalani operasi karena luka pada bagian mata dan syaraf.

"Ada anggota yang terkena lemparan sehingga melukai tempurung kepala. Mahasiswa juga ada yang terkena gas air mata dan luka, semua itu tidak diharapkan," kata Agung.

Agung menjelaskan, apa yang terjadi saat demonstrasi karena imbas dari emosi. Namun Agung memastikan, pengendali massa yang diturunkan Polda Riau sudah mengikuti semua tahapan pengamanan unjuk rasa.

"Dan saat ini, aspirasi mahasiswa, elemen buruh dan masyarakat sudah diterima pimpinan DPRD Riau, sudah diserahkan DPRD ke Presiden," sebut Agung.

4 dari 4 halaman

Simak video pilihan berikut ini: