Sukses

Cerita Nurohman, ABK Terombang-ambing di Lautan Sebelum Diselamatkan Kapal Boat

Liputan6.com, Denpasar Teka-teki keberadaan KM Tanjung Permai perlahan mulai terkuak. Salah satu ABK yang tengah terapung di lautan ditemukan oleh kapal yang tengah melintas. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada menjelaskan, korban ditemukan terapung-apung di Perairan dekat Uluwatu, Kamis (10/10/2020). Pada operasi SAR hari ketiga, setelah mengerahkan helikopter di hari pertama beserta KN SAR Arjuna 229, Basarnas Bali terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pemapelan melalui VTS Benoa terhadap kapal-kapal yang melalui area diduga kapal tenggelam.

Korban atas nama Nurohman bertahan dengan mengandalkan benda mengapung dan selanjutnya ditemukan boat yang kebetulan melintas. Saat itu Boat Bobby Jillian (route Bali-Grajagan) mengantar penikmat surfing melalui perairan Pantai Selat, Grajagan, Muncar, Banyuwangi. Usai dinaikkan ke kapal, ia dievakuasi menuju Pelabuhan Benoa Bali, dan tiba pukul 15.30 Wita.

"Berdasarkan keterangan Nurohman bahwa tanggal 5 Oktober 2020 sekitar pukul 22.00 Wita kapal karam karena ombak tinggi dan menenggelamkan kapal di perairan dekat Uluwatu sekitar 17 Nm dari Pelabuhan Benoa," kata Darmada.

Di atas KN SAR Arjuna 229 ia dimintai keterangan dan juga menceritakan kronologis kejadian. Norihman menyaksikan 5 orang lainnya ikut terjun ke laut sementara 6 orang masih di atas kapal. Target terpisah dengan rekan-rekannya yang tidak mampu bertahan dan tenggelam. Menurut target, kapal sudah tenggelam serta tidak dilengkapi alat keselamatan baik life jacket ataupun pelampung dan alat komunikasi juga terbatas.

Darmada sebagai SMC (SAR Mission Coordinator) mengambil langkah untuk meminta dukungan Kantor Basarnas Surabaya melakukan pencarian seputaran perairan Selatan Jawa Timur, mengingat sudah 6 hari setelah kejadian dan arah dari pergerakan arus. "Selain bantuan dari Basarnas di Surabaya, rencana operasi SAR besok kami akan mengerahkan RIB menyisir wilayah selatan Bali, juga dari agen kapal KM Tanjung Permai berencana melakukan pencarian di perairan selatan Banyuwangi Jatim," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya kapal ikan yang ber-POB 12 orang dilaporkan hilang oleh agen kapal pada Selasa (6/10/2020). Sehari sebelumnya, agen kapal sempat melakukan sambungan telepon dengan Sohidin (kapten kapal), dikatakan bahwa kapal kemasukan air. Posisi terakhirnya saat itu berada di Selat Badung, dimana posisi koordinatnya 08°55'S - 115°1'5."E.