Sukses

Guru dan Siswa di Cilacap Wajib Tes Swab Sebelum Simulasi Belajar Tatap Muka

Cilacap - Guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah calon piloting project pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Cilacap, dalam waktu dekat akan menjalani tes swab massal.

Hal tersebut menjadi hasil rapat koordinasi (rakor) di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Cilacap, Jumat (18/9/2020). Rakor dilakukan unsur Setda Cilacap, melalui Kabag Kesra, Dinas Kesehatan, Dinas P dan K, serta Satpol PP Kabupaten Cilacap.

Rapat juga melibatkan Korwil, MKKS, hingga unsur pengawas sekolah dan Komda di Cilacap.

"Intinya, hasil rakor menentukan bahwa guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan izin dari bupati untuk melaksanakan simulasi PTM, akan dilakukan swab," kata Kastam, dikutip Suaramerdeka.com.

Sesuai rencana, lanjut dia swab massal akan diawali dengan menyasar satu SMP dan dua SD di tiap kecamatan di Cilacap. Untuk sekolah lainnya, menyusul.

Swab untuk jenjang SD, akan berlaku bagi semua guru dan karyawan. "Untuk SMP, sifatnya sampel. Tiap sekolah SMP yang dimaksud, disampel 15 orang," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Hasil Swab Massal Pengaruhi Keberlangsungan PTM

Dia menjelaskan, hasil swab itu nantinya akan menentukan keberlangsungan pembelajaran menuju tatap muka.

"Sekolah itu baru boleh melaksanakan PTM jika hasil swab keluar dan dinyatakan negatif. Sehingga swab ini, insya Allah menjadi awal mulainya kegiatan tatap muka," kata dia.

Dijelaskan, salah satu syarat menuju simulasi PTM harus ada izin dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten. Kemudian, dilakukan skrining kesehatan bagi tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah yang masuk pilot project.

"Izin sudah keluar, tapi belum ada skrining kesehatan. Maka ditindaklanjuti skrining kesehatan, bahkan dengan cara swab dulu. Kalau sudah oke, baru bisa dilaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka," kata dia.

Bila memungkinkan, swab massal akan dilakukan pada Kamis pekan depan. Disinggung mengenai temuan sejumlah guru terpapar Covid-19 di salah satu SD di Kecamatan Kesugihan, Kastam mengatakan hal itu tidak terkait secara langsung.

"Terlepas dari (adanya guru di satu sekolah yang terpapar Covid-19) itu, tahapan ini harus dilalui. (Temuan guru terpapar Covid-19) Itu jadi tambahan bahan pemikiran kami, tapi swab ini bukan akibat dari adanya temuan itu," katanya.

Dapatkan berita menarik Suaramerdeka.com lainnya, di sini:

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: