Sukses

Mengintip Pasar Unik yang Hanya Buka Malam Jumat di Palu

Liputan6.com, Palu - Seturut tanaman hias yang sedang diminati banyak orang, Pasar tanaman hias dadakan jadi fenomena di Kota Palu.

Salah satunya pasar tanaman hias yang hanya beroperasi saat malam Jumat. Pasar itu juga jadi sumber ekonomi alternatif di masa pandemi yang menyulitkan.

Belum ada nama resmi untuk pasar itu, tapi orang-orang menyebutnya pasar tanaman hias malam Jumat. Pasar itu baru sekitar 2 bulan muncul di tengah Pasar Tradisional Inpres Manonda di Kecamatan Palu Barat.

Uniknya, seperti namanya pasar itu hanya buka Kamis malam atau malam Jumat. Saban buka, lokasi itu menjadi arena “berburu”bagi pecinta tanaman hias.

Wajar saja, hampir semua jenis tanaman hias yang sedang jadi primadona saat ini ada di pasar itu, sebut saja aglonema, caladia, alokasia, calatea, begonia, kadapa hingga monstera dijual bak kacang goreng di ratusan lapak-lapak penjual.

Tidak hanya karena koleksi tanamannya yang relatif lengkap, pasar malam Jumat itu bejibun pembeli juga lantaran harga tanaman yang di bawah harga biasanya. Yakni rata-rata mulai dari Rp25 ribu per pot atau polibek.

“Saya sudah tiga kali ke sini cari tanaman hias yang baru untuk koleksi di rumah.  Di sini lengkap dan murah-murah,” Kata salah seorang pengunjung pasar, Wahida (27 th), Kamis (13/8/2020).

2 dari 3 halaman

Sumber Ekonomi Baru di Masa Sulit

Tingginya minat terhadap tanaman hias itu menjadi berkah dan sumber ekonomi alternatif bagi warga yang berjualan di masa sulit karena pandemi saat ini.  

Udosia (57 th) salah satu penjual tanaman di lokasi itu mengaku memilih meninggalkan pekerjaan sebelumnya sebagai penjual buah karena keuntungan tanaman hias yang lebih tinggi di masa pendemi.

“Omzet bisa sampai Rp2 juta per malam. Pembeli ramai sampai Jumat pagi,” Udosia mengungkapkan, Jumat (13/8/2020).

Keuntungan yang tinggi itu juga yang membuat perempuan baya itu mengaku bersama suaminya yang telah berhenti dari bekerja di perusahaan rela berburu tanaman hias untuk dibelinya hingga di luar Kota Palu, sebelum membibitkannya dan menjual kembali di pasar.

“Saya dapat tanaman dari Sigi, Donggala, sampai Sulawesi Barat. Di rumah saya tanam kembali untuk pembibitan,” Udosia menceritakan.

Udosia juga bilang tidak khawatir jika meningkatnya minat tanaman hias hanya musiman, sebab kata dia di masa sulit seperti sekarang sumber ekonomi baru sangat penting untuk keluarganya.

“Ini kesempatan, soalnya sekarang kan semua sulit,” ucapnya.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut ini: