Sukses

Banjir Rob Rusak Lahan Garam hingga Rumah Warga Cirebon dan Indramayu

Liputan6.com, Cirebon - Banjir rob dan abrasi masih menghantui masyarakat di kawasan pesisir Cirebon dan Indramayu. Tak sedikit akibat dari banjir rob Cirebon berdampak terhadap rusaknya rumah hingga lahan produktif lain.

Seperti yang dialami penambak di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon. Sekitar 300 hektare lahan tambak baik garam, bandeng, hingga udang milik penambak raib ditelan banjir rob.

Kepala Desa Rawaurip Rochmannur mengatakan, banjir rob yang merusak lahan tambak desanya sudah keempat kali. Awal mula rob menggenangi lahan tambak pada akhir bulan Mei 2020.

"Yang pasti ini yang keempat dan Alhamdulillah belum menggenangi permukiman warga, jangan sampai mohon doanya," ujar dia.

Dia menyebutkan, tidak sedikit penambak yang merasa rugi akibat terjangan banjir rob. Dia belum menyebutkan secara rinci berapa total kerugian akibat banjir rob ini.

Namun, untuk lahan tambak garam saja diprediksi mengalami kerugian mencapai Rp300 juta. Garam hasil produksi, kata dia, terseret arus banjir rob ke laut.

"Jadi mau persiapan produksi banyak garam petani yang disimpan di lahan tambak garam yang terkena rob. Itu hasil produksi garam tahun 2019 kemarin, posisi garam sebenarnya sudah siap dikemas," kata Rochman.

Dia mengaku, garam hasil produksi tahun 2019 yang terkena banjir rob itu merupakan garam yang tak laku dijual. Maka, banyak penambak Garam Cirebon yang menyimpan garam di lahan mereka.

2 dari 3 halaman

Permukiman di Indramayu

Tak hanya lahan tambak dan hasil produksi lain di kawasan pesisir Pantura Cirebon. Banjir rob juga melanda sejumlah permukiman warga di Kabupaten Indramayu.

Bahkan, banjir rob menghancurkan break water di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Sejumlah rumah yang berada di bibir laut rusak diterjang ombak banjir rob.

Bahkan, sebagian dari rumah warga di Desa Dadap tersebut mengaku sering dihantam ombak besar. Mereka pun mengaku khawatir air rob masuk ke rumah.

"Sudah dari beberapa hari lalu sejak hujan besar cuaca ekstrem kami mulai was-was," kata salah seorang warga Desa Dadap, Lina.

Lina bersama warga yang lain pun langsung mengamankan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman. Tidak sedikit warga yang tinggal di pesisir Pantai Indramayu dan Cirebon memilih mengungsi.

"Mudah-mudahan cepat surut dan rob-nya normal lagi," ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: