Sukses

Gubernur Sumsel Waspadai Warga Pura-Pura Miskin Saat Covid-19

Liputan6.com, Palembang - Pemberian bantuan sembako ke warga miskin yang terdampak Corona Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel), terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan pemerintah di 17 kabupaten/kota.

Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan arahannya ke kepala daerah, untuk memberikan bantuan ke warga miskin yang tepat sasaran dan diseleksi secara ketat.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 di Sumsel, banyak bermunculan orang-orang yang pura-pura miskin agar mendapatkan bantuan.

"Bantuan ini harus dicermati agar tepat sasaran. Saat ini warga miskin baru ada dua kategori. Yaitu miskin benar miskin dan pura pura miskin," katanya, saat meninjau langsung posko penanganan Covid-19 di Kabupaten Lahat, Kamis (21/5/2020).

Jika penyaluran bantuan tidak tepat sasaran, lanjutnya, akan berdampak buruk seperti terjadinya kericuhan.

Karena kesalahan penyaluran bantuan untuk warga miskin ini, akan merampas hak-hak warga yang benar-benar membutuhkan.

"Di situ hak orang yang membutuhkan dirampas. Kita sebagai pemerintah harus cermat agar hal itu tidak terjadi. Warga pura-pura miskin ini banyak beredar sekarang," ucap Gubernur Sumsel.

Dia menegaskan, agar pendataan warga miskin yang membutuhkan bantuan harus benar-benar maksimal dilakukan para kepala daerah.

Gubernur Sumsel Herman Deru juga meninjau langsung beberapa daerah, seperti Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim Sumsel.

"Di Kabupaten Lahat, penanganannya tergolong baik. Meski ada yang positif, namun upaya yang dilakukan sampai saat ini masih maksimal. Dan saya berharap upaya ini akan semakin baik sehingga Covid-19 ini dapat segera berakhir," ungkapnya.

Sama halnya di Kabupaten Muara Enim Sumsel, penanganan di wilayah tersebut juga cukup maksimal. Hal itu dibuktikan Kabupaten Muara Enim tersebut, dengan mampu menekan perkembangan kasus tersebut.

 

2 dari 2 halaman

Tinjau Beberapa Kabupaten

"Saya sengaja meninjau langsung karena kabupaten ini tetangga dengan kota yang menerapkan PSBB.

Dia menilai, kerja yang baik ini harus juga didorong dengan disiplinnya isolasi terhadap masyarakat, yang memiliki kontak erat dengan pasien.

“Berikan terus edukasi dan himbauan. Agar masyarakat semakin menyadari, jika langkah ini bukan cuma untuk mendukung pemerintah. Namun untuk kebaikan mereka semua," ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Palembang bersama Satpol-PP Palembang merazia pengemis dadakan di sepanjang Jalan Gubernur H Bastari Palembang di bulan Ramadan.

Belasan pengemis musiman ini, langsung diangkut ke mobil Satpol-PP Palembang dan diberi pembinaan di kantor Satpol-PP Palembang.