Sukses

Amalan Mudah agar Rezeki Datang Berlimpah Diungkap Buya Yahya

ulama kharismatik asal Cirebon, KH Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) membagikan amalan sebagai ikhtiar supaya rezeki berlimpah. Tak hanya berlimpah, rezeki itu juga halal dan berkah

Liputan6.com, Jakarta - Rezeki halal dan berkah merupakan dambaan tiap manusia beriman. Tiap hari, mukmin disibukkan dengan dua hal, aktivitas mengais rezeki dunia dan beribadah kepada Allah SWT.

Banyak keutamaan bagi seorang muslim yang bekerja atau berusaha untuk keluarganya. Saking mulianya, bekerja disepadankan dengan nilai jihad.

Namun, dalam berbagai kasus, ada seorang yang sudah bekerja keras, tapi hasil yang didapatnya tak sesuai dengan effort yang dikeluarkan. Rezeki terasa seret.

Rezeki adalah rahasia Allah SWT. Seberapa dan kapan rezeki itu dilimpahkan menjadi hak preogratif Yang Kuasa. Manusia hanya berusaha dan berdoa sebaik-baiknya.

Soal ini, ulama kharismatik asal Cirebon, KH Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) membagikan amalan mudah sebagai ikhtiar supaya rezeki berlimpah. Tak hanya berlimpah, rezeki itu juga halal dan berkah.

Amalan yang diungkapkan Buya Yahya ini ini sangat mudah dilakukan. Simak ulasannya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Sedekah dan Kedermawanan Nabi

Menukil albahjah.or.id, sedekah adalah amalan mulia yang memiliki banyak manfaat, baik bagi pemberi maupun penerima. Bagi pemberi, sedekah dapat membersihkan hati, meningkatkan rasa syukur, serta membuka pintu keberkahan dan rezeki.

Sedangkan bagi penerima, sedekah dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan memberikan harapan baru dalam hidup.

Sedekah menjadi salah satu amal yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad di bulan istimewa, Ramadhan. Dalam sebuah video, pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya menyebutkan bahwa bahwa kedermawanan Nabi Muhammad semakin meningkat ketika memasuki bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita juga harus mengikuti teladan Nabi dalam meningkatkan kedermawanan kita di bulan suci ini.

Dalam sebuah hadis :

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’ad telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab dari ‘Ubaidallah bin ‘Uqbah bahwa Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissalam datang menemui Beliau. Dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus”. (HR.Bukhari).

 

3 dari 5 halaman

Jangan Hanya Bersedekah di Bulan Ramadhan

Namun, perlu diingat bahwa kedermawanan di bulan Ramadan harus dijadikan sebagai langkah awal untuk menjadi dermawan di luar bulan Ramadan. Sedekah di bulan Ramadan harus dijadikan sebagai pengingat dan semangat untuk terus berbuat baik sepanjang tahun, dan tidak hanya pada bulan Ramadan saja.

Masih ada kesalahpahaman di kalangan masyarakat terkait dengan sedekah di bulan Ramadhan. Beberapa orang berpikir bahwa sedekah di bulan Ramadhan hanya dilakukan untuk mendapatkan pahala yang lebih besar dan tidak memberikan sedekah di bulan-bulan lainnya.

Hal ini sebenarnya merupakan kesalahpahaman yang harus dihilangkan. Sebagai umat Muslim, kita harus memahami bahwa sedekah tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan, namun harus dilakukan secara rutin dan terus menerus. Sedekah yang diberikan di bulan Ramadhan hanya sebagai bentuk meningkatkan amalan kita di bulan suci ini. Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan Ramadhan sebagai awal dari kebiasaan memberikan sedekah secara rutin.

 

4 dari 5 halaman

Prioritas Sedekah

Ketika kita bersedekah di bulan Ramadan, kita harus memperhatikan prioritas dan menggunakan akal sehat kita. Sedekah tidak boleh dilakukan dengan nafsu semata, tetapi harus dipikirkan dengan baik agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima sedekah.

Buya Yahya berkata bahwa terkadang, kita tergugah hati untuk membantu suatu lembaga atau pondok pesantren tertentu, dan itu sangat baik. Namun, dalam memilih untuk memberikan sedekah, kita harus memperhatikan skala prioritas yang lebih penting.

Salah satu prioritas yang harus diperhatikan adalah membantu sanak kerabat yang membutuhkan. Dalam Islam, keluarga memiliki kedudukan yang penting. Oleh karena itu, jika ada sanak kerabat yang membutuhkan bantuan, maka kita harus mengutamakan mereka. Hal ini juga sejalan dengan hadis Nabi yang mengatakan, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang diberikan kepada keluarga yang dekat.”

Selain membantu keluarga, kita juga harus memperhatikan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Misalnya, jika kita masih memiliki hutang yang belum dilunasi, maka sebaiknya kita menyelesaikan hutang tersebut terlebih dahulu sebelum memberikan sedekah. Sebab, membayar hutang lebih besar nilainya dibandingkan bersedekah.

Selanjutnya, kita dapat memberikan sedekah untuk membantu lembaga sosial seperti panti asuhan, yayasan sosial, dan lain sebagainya. Namun, dalam memilih lembaga sosial yang akan kita bantu, kita juga harus memperhatikan kepercayaan dan kredibilitas lembaga tersebut. Kita harus memastikan bahwa sedekah yang diberikan dapat digunakan dengan tepat dan memberikan manfaat yang nyata bagi orang yang membutuhkan.

Terakhir, kita juga dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk memberikan sedekah secara online. Saat ini, banyak platform sedekah online yang dapat kita gunakan untuk membantu sesama. Namun, kita juga harus berhati-hati dalam memilih platform tersebut. Kita harus memastikan bahwa platform tersebut aman dan terpercaya.

Dalam Islam, sedekah adalah bentuk investasi penting untuk kehidupan kita di akhirat. Oleh karena itu, kita harus memberikan sedekah dengan kesadaran yang tinggi dan memperhatikan skala prioritas yang sesuai dengan ajaran agama. Dengan memberikan sedekah yang tepat, kita tidak hanya membantu sesama, namun juga memperbaiki diri sendiri sebagai seorang muslim yang taat dan dermawan.

 

5 dari 5 halaman

Membuka Pintu Rezeki

Sedekah atau bersedekah merupakan sebuah amal yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Banyak hadis dan ayat suci Al-Quran yang menjelaskan tentang keutamaan sedekah.

Salah satu hadis yang menyebutkan tentang pentingnya sedekah adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah kalian merusakkan harta karena sedekah.” (HR. Muslim)

Artinya, ketika kita bersedekah, kita sebenarnya sedang membuka pintu rezeki yang lebih banyak lagi. Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah swt. berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dengan membuka pintu rezeki yang lebih banyak lagi melalui sedekah, kita juga sekaligus memperoleh berkah dari Allah swt. serta menunjukkan rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Oleh karena itu, mari kita rutin bersedekah, terutama di bulan Ramadan ini sebagai bentuk meningkatkan kebaikan dan mendapatkan keberkahan dalam hidup kita.

Terakhir, semoga Allah memudahkan kita untuk beramal baik dibulan Ramadhan dan selalu menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang taat dan dermawan. Mari kita jadikan bulan Ramadhan sebagai awal dari perubahan diri menuju kebaikan, keikhlasan, dan kedermawanan.

Dengan melakukan sedekah secara rutin dan terus menerus, kita tidak hanya dapat mendapatkan keberkahan dari Allah, tetapi juga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar kita. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan amalan sedekah di bulan Ramadhan dan seterusnya. Ramadan Mubarak!

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.