Sukses

Penutupan Jalan Bikin Ratusan Petani Minahasa Utara Kesulitan Jual Hasil Bumi

Liputan6.com, Manado - Ratusan petani yang berada di Desa Klabat, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawei Utara, kesulitan menjual hasil pertanian mereka.

Adalah kebijakan sepihak dari Pemkot Bitung yang menurut akses jalan perbatasan Desa Klabat menuju Kelurahan Karondoran, Bitung imbas Covid-19 menjadi penyebabnya.

Warga Desa Klabat, Aditya Saleh mengatakan dampak dari penutupan total tersebut semua kendaraan tidak bisa melintas. Akibatnya ratusan petani tidak bisa mengambil hasil pertanian untuk kemudian dijual ke Pasar Girian Bitung.

"Ya selama dua pekan kami hanya bisa pasrah, padahal kami kehilangan pendapatan karena tidak bisa memasarkan hasil pertanian,” ujarnya, menuturkan imbas Covid-19 di Minut.

Aditya menuturkan, hari pertama hingga hari keempat penutupan ruas jalan itu semua akses transportasi dan perekonomian mati. Kemudian di hari kelima sejumlah warga berupaya membuat jalur alternatif melalui perkebunan.

“Namun karena jalannya berlubang-lubang, hasil pertanian yang kami angkut pun terbatas. Tentu penghasilan kami juga berkurang,” tandasnya.

Dia mengatakan, dengan penutupan akses itu kendaraan angkutan kota, truk BBM, serta mobil yang membawa bahan-bahan kebutuhan pokok, termasuk juga ambulans tidak bisa masuk ke desa di tengah pandemi Covid-19.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Jalan Akhirnya Dibuka dengan Pemeriksaan Pelintas

“Bagaimana jika ada warga yang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Keluhan warga ini akhirnya sampai juga ke Pemprov Sulut yang kemudian berkoordinasi dengan Pemkot Bitung. Jumat, 17 April 2020, Pemkot Bitung akhirnya membuka perbatasan Jalan Kelurahan Karondoran, Kota Bitung menuju Desa Klabat, Minut.

Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo saat ditemui di lokasi mengatakan, perbatasan jalan Karondoran - Klabat telah dibuka. Selanjutnya akan ditempatkan tim medis untuk memeriksa masyarakat yang akan keluar masuk Kota Bitung.

“Petugas kesehatan akan memeriksa suhu tubuh, juga akan dipasang bilik penyemprotan anti septik untuk mengontrol warga yang keluar masuk Kota Bitung,” ujar Kapolres.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bitung Richie Tinangon mengatakan, pembukaan jalur itu disertai dengan protokol Covid-19.

“Kami minta warga juga mematuhi ketentuan ini guna mencegah penyebaran Covid -19,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut: