Sukses

Lantunan Al-Qur'an Pasien Positif Covid-19 Beri Ketenangan di RSUD Sulbar

Liputan6.com, Majene - Kabar baik datang dari pasien positif virus Corona Covid-19 yang sedang berada di ruang isolasi RSUD Regional Sulawesi Barat (Sulbar). Pasien pertama yang positif virus Corona Covid-19 di Sulbar itu, kondisinya dikabarkan semakin membaik.

"Alhamdulillah JH (14) terus mengalami perkembangan, kesehatannya kelihatan membaik. Kemarin sore saya sempat saling sapa dengan dia lewat jendela," kata Direktur RSUD Sulbar dr Indahwati Nursyamsi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (31/03/2020).

Bahkan, menurut Indahwati, berdasarkan informasi yang ia terima dari perawat yang menjaga pasien asal Kabupaten Majene itu, mereka semua merasa kagum akan perkembangan kesehatannya. Karena, ia sudah terlihat bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa, termasuk menjalankan ibadah.

"Setiap lewat di depan ruangan isolasi, mereka terus mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dan melihatnya terus mengerjakan salat. Benar Al-Qur'an adalah asysyifa,' obat penyembuh, cerita para perawat kepada saya," ujar Indahwati.

Ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh JH menurut Indahwati, memberikan ketenangan dan semangat bagi para tenaga medis yang bertugas dalam penanganan virus Corona Covid-19 ini. Karena itu, ia berharap, agar semua pihak mendoakan kesembuhan dari JH.

"Mari kita bersama-sama mendoakan kesembuhan untuk JH, karena saat ini kondisinya semakin membaik," kata Indah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, JH merupakan santriwati di salah satu pondok pesantren di Kota Bogor, Jawa Barat. Ia adalah seorang penghafal Al-Qur'an (hafizah) dan sekarang telah berhasil menyelesaikan hafalannya 30 juz. Atas prestasinya itu, ia telah dihadiahi paket ibadah umrah.

 

2 dari 3 halaman

Dukungan dari Semua Pihak

Berbagai pihak memberikan dukungan morel untuk kesembuhan JH, salah satunya datang dari Ketua DPRD Sulbar Sitti Suraidah Suhardi. Politikus perempuan itu meminta, agar semua warga Sulbar mendoakan kesembuhan bagi Sang Hafizah.

"Saya berdoa dan memohon teman-teman yang lain untuk mendoakan adik kita ini yang lagi mendapat ujian dari Allah, agar diberikan kesabaran dan diangkat penyakitnya. Bahwa Insya Allah virus Corona ini akan sembuh, karena Allah menurunkan penyakit tentu dengan obatnya," kata Suraidah.

Suraidah juga menekankan, agar masyarakat tidak menganggap pasien yang terjangkit virus Corona Covid-19 sebagai sebuah aib, karena penyakit itu merupakan sebuah cobaan. Masyarakat harus memberikan semangat dan dorongan morel, agar orang yang terjangkit dapat segera sembuh dari dari penyakit itu.

"Jangan mengucilkan atau membuat adik kita ini sedih dengan penyakitnya, tapi kita mendoakan untuk kesembuhannya, agar dia segera baik dan segera pulih kesehatannya," tegas Suraidah.

Suraidah juga berpesan, agar keluarga dari sang Hafizah dapat bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Tetap menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait penanganan virus Corona Covid-19 ini.

"Bagi keluarganya mohon untuk bersabar, tetap menaati aturan, tidak mendekat dulu selama dalam pengawasan. Dan tidak mendekat kepada adik kita ini selama menjalani isolasi, semua demi kepentingan kita bersama," tutup Suraidah.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut: