Sukses

Jembatan Musi Saksi Bisu Pembegalan Sadis di Palembang

Liputan6.com, Palembang - Kasus begal sepeda motor di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) sering terjadi. Tidak hanya merampas barang milik korban. Para pelaku begal juga, kerap kali menggunakan senjata tajam dan tak segan melukai hingga korbannya meninggal dunia.

Salah satu lokasi pembegalan sadis yang kerap terjadi, yaitu di Jembatan Musi IV, Jembatan Musi VI dan Jembatan Ampera Palembang. Lokasi ini seakan menjadi saksi bisu kekejaman para pembegal sadis tersebut.

Seperti aksi komplotan begal sadis di Palembang, saat mengincar para korbannya di Jembatan Musi IV Palembang pada Desember 2019 lalu.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan komplotan begal sadis yang sudah ditangkap yaitu dari Adi (19), Har (22) dan Viky (18) itu. Mereka tercatat sebagai warga Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang.

Kronologi pembegalan tersebut berawal saat empat orang anak muda mengendarai 2unit sepeda motor. Mereka melintas di Jembatan Musi IV Palembang, pada tanggal 1 Desember 2019 sekitar pukul 04.00 WIB.

Lalu, datang enam orang pelaku dari arah berlawanan, dengan menggunakan 2 unit sepeda motor. Mereka berboncengan tiga orang dalam satu sepeda motor.

"Salah satu motor yang dikendarai tiga pelaku, memepet motor yang dikendarai korban bernama Okta dan Candra. Dua dari tiga pelaku yang naik motor itu, langsung mengacungkan parang dan celurit pada kedua korban," katanya, saat menggelar Pers Rilis di Mapolresta Palembang, Rabu (19/2/2020).

Korban bernama Okta berusaha melarikan diri. Namun salah satu pelaku menganiayanya dengan melayangkan senjata tajam ke bagian bahu dan lengan kiri korban.

Saat korban tak berdaya dan harus menghentikan sepeda motornya, ketiga pelaku lalu mengambil handphone korban dan melarikan diri.

"Empat dari enam pelaku begal yang kita amankan ini memang tergolong kejam. Barang bukti parang dan celurit juga berhasil kami amankan. Untuk dua pelaku begal lainnya masih kita buru dan kita sudah tahu identitas mereka," jelas Anom.

Penangkapan ketiga pelaku, berawal dari tertangkapnya salah satu pelaku begal yaitu Topan (23) di wilayah SU II Palembang, beberapa waktu lalu.

 

2 dari 2 halaman

Uang untuk Keluarga

Dari hasil pemeriksaan, polisi akhirnya mengetahui identitas dan keberadaan ketiga pelaku yang ditangkap di kediamannya masing-masing.

Kapolrestabes Palembang Anom berkomitmen, akan terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak kejahatan di Kota Palembang.

"Yang mau buat resah masyarakat, harus dipikir-pikir lagi. Karena kita akan tindak tegas," ucap mantan Direktur Intelkam Polda Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut.

Viky, salah seorang pelaku begal mengaku, hanya ikut-ikutan membegal di Jembatan Musi IV Palembang bersama teman-temannya.

Dia berkilah jika aksi kriminalnya dilakukan, karena membutuhkan biaya untuk membantu keuangan keluarganya.

"Saya akui perbuatan saya itu salah. Awalnya hanya ikut-ikutan, karena kepepet juga perlu uang untuk keluarga,” ujarnya.

Loading