Sukses

Misteri Tanaman Ganja di Kawasan BKSDA Gunung Guntur

Liputan6.com, Garut - Polisi menduga tanaman ganja yang ditemukan di hutan kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sengaja ditanam orang tertentu yang saat ini masih dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap temuan ladang ganja itu.

"Jelas sengaja ditanam, apalagi dilihat lokasinya terawat dan bersih dari rumput ilalang (alang-alang)," kata Kepala Polsek Tarogong Kaler Ipda Asep Saepudin kepada wartawan di Garut, Minggu (19/1/2020).

Ia mengatakan kepolisian bersama TNI, BKSDA, dan masyarakat telah menyisir tanaman ganja yang tumbuh di kaki Gunung Guntur itu.

Hasil olah tempat kejadian perkara, tim gabungan menemukan 25 tanaman ganja yang diperkirakan berusia sekitar dua bulan dengan kondisi sudah banyak daunnya.

"Ada 25 tanaman usianya lebih kurang dua bulan," katanya dilansir Antara.

Ia mengatakan, temuan ganja di hutan kawasan BKSDA Garut itu sudah diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Garut untuk dilakukan pengembangan sekaligus mencari pelaku yang menanam ganja.

"Penanganan selanjutnya oleh Satuan Narkoba, sampai dengan saat ini pemilik kebun tersebut masih dalam penyelidikan," kata Asep usai meninjau lokasi temuan ladang ganja.

Sebelumnya, sejumlah warga yang sedang berburu menemukan tanaman ganja, kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian dan TNI, Rabu (15/1/2020).

Tim gabungan yang hendak mencari ladang ganja tersebut sempat kesulitan karena warga yang pertama menemukan tempat tersebut lupa lokasinya.

Tim yang sudah mencari lokasi ladang ganja sejak Kamis (16/1/2020) itu akhirnya berhasil menemukan pada Sabtu (19/1/2020) sore. Kemudian tim kembali menyisir dan mengevakuasi temuan ganja untuk dijadikan barang bukti.

Lokasi lahan ganja tersebut berada jauh dari permukiman penduduk, yang hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki selama tiga jam.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ereksi 12 Jam, Pria Dilarikan ke Rumah Sakit
Artikel Selanjutnya
Piknik ke Garut Kini Lebih Mudah Naik Kereta Api, Berapa Ongkosnya?