Sukses

Menggali Potensi Andaleh Menuju Nagari Ekowisata

Liputan6.com, Padang - Terletak di kaki Gunung Marapi, Nagari Andaleh menawarkan panorama alam yang memukau. Persawahan bertingkat, air yang jernih, dan suhu nan sejuk berpadu menjadi panorama alam menakjubkan.

Nagari Andaleh secara geografis terletak di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sekitar dua jam dari Kota Padang sebagai ibu kota provinsi atau satu jam dari Kota Bukittinggi.

Saat Liputan6.com berkunjung, cuaca sedang tidak bersahabat. Selepas hujan kabut menyelimuti nagari kecil sejuta pesona ini. Meski begitu, keindahan tidak hilang bahkan menjadi semakin eksotis.

Masuk lebih jauh ke nagari ini, tanaman hias berjejer rapi di rumah-rumah penduduk, semakin menambah segar mata memandang. Bagaimana tidak, suasana alam yang sudah indah ditambah dengan bunga warna warni menemani perjalanan.

Masyarakatnya juga ramah, rata-rata berprofesi sebagai petani, mengolah sawah dan ladang yang luas dengan sumber air yang melimpah langsung dari mata air dari Gunung Marapi.

Pada titik tertentu, di kejauhan juga terlihat indahnya Danau Singkarak Solok kemudian luasnya pantai di Pariaman juga bisa disaksikan. Liputan6.com beruntung bisa menjejakkan kaki di sana.

Tidak hanya panorama alam, berada di daerah perbukitan, daerah Andaleh juga punya air terjun yang eksotis. Tidak jauh dari pemukiman, lokasinya cukup strategis untuk dijadikan objek wisata.

Di dekat air terjun tersebut, juga tumbuh bunga raflesia yang langka dan jarang ditemukan. Pada musim-musim tertentu bunga itu mekar, menarik sekali sebab lokasinya berdekatan dengan air terjun.

 

2 dari 3 halaman

Nagari Ekowisata

Melihat potensi tersebut, sejumlah pemuda di Andaleh bercita-cita menjadikan kampung kelahirannya sebagai nagari (desat adat) ekowisata sehingga pergerakan perekonomian lebih menggeliat di sektor ini.

Anggota Karang Taruna Nagari Andaleh, Ari (26) mengatakan saat ini ia bersama pemuda serta masyarakat Andaleh berupaya menjadikan nagarinya sebagai salah satu destinasi wisata di Ranah Minang.

"Kami mulai dari nol, namun cita-cita anak nagari ini cukup tinggi dan itu harus kami gapai," katanya.

Sebenarnya, lanjut dia Nagari Andaleh sudah sering dikunjungi orang dari luar daerah untuk melihat keindahannya, namun konsep wisata di daerah itu belum ada sehingga dampak ekonomi belum kentara.

Ari menyebut keindahan nagarinya juga diabadikan dalam film Tenggelamnya Kapal Van Derwijk yang hits beberapa tahun lampau.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat setempat, Nova Hendria yang juga Anggota DPRD Tanah Datar mengatakan cita-cita membangun Andaleh sebagai nagari wisata sudah lama.

"Saat ini ketika saya duduk di DPRD, segala upaya aka saya lakukan untuk membangun nagari ini terutama di sektor wisata, karena nagari kami sangat indah," kata dia.

Bahkan ia siap memperjuangkan anggaran hingga ke Kementerian Pariwisata untuk mewujudkan cita-cita anak Nagari Andaleh itu.

 

3 dari 3 halaman

Kesiapan Masyarakat

Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Sumatera Barat, Nofri Yani dalam konteks cita-cita Andaleh menjadi nagari ekoswisata, mengatakan daerah itu sangat berpotensi. Sebab di sana tidak hanya menawarkan keindahan alam namun juga keanekaragaman hayati.

"Sebutlah raflesia yang tumbuh dan mekar pada waktunya di sana, kemudian ada tanaman hias," kata dia.

Selain wisata alam, di Andaleh juga berpotensi dikunjungi oleh peneliti karena keberagaman bunga yang sangat banyak dibudidayakan masyarakat.

"Bersama pemuda dan masyarakat saya akan mendampingi mereka mewujudkan cita-cita itu," ujarnya.

Yani menyebut, berbicara wisata satu pondasi yang harus kokoh adalah kesiapan masyarakat ketika daerahnya dikunjungi banyak orang. "Jika masyarakatnya tidak siap, maka wisata hanya akan jadi cerita saja," tutupnya.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menyusuri Pagi, Menemukan Candi Sebatang Kara Banyunibo
Artikel Selanjutnya
Balutan Kabut Pagi Bukit Kayangan, Negeri Atas Awannya Jambi