Sukses

2 Peristiwa Bunuh Diri Beruntun Bikin Geger Kebumen

Liputan6.com, Kebumen - Warga Krandegan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah geger. Seorang warganya, HW (31 th) ditemukan tewas bunuh diri di dalam kamarnya, Jumat, 15 November 2019.

Semula, pada Rabu,13 November 2019, keluarga hendak membawa HW berobat ke Sawangan, Alian untuk berobat lantaran diduga depresinya kambuh. Tetapi, HW tak mau.

Penuturan keluarga, HW memang pernah menderita gangguan jiwa dan sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang pada 2017. Usai dinyatakan sembuh, HW kembali ke keluarga dan bisa hidup normal.

"Karena kambuh, rencananya hari Rabu kemarin akan dibawa ke Alian untuk berobat," ucap Kapolsek Puring, Iptu Suwarto, melalui keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu malam, 23 November 2019.

Usai itu, sepanjang hari, keluarga begitu memperhatikan HW. Mereka khawatir, HW berbuat nekat, misalnya, bunuh diri.

Yang dikhawatirkan akhirnya benar-benar terjadi. Pada Jumat, 15 November 2019, ayah pelaku bunuh diri ini mencari pisau pengupas. Tetapi, yang dicarinya raib.

Pikiran buruk segera melayang kepada korban yang sejak pukul 14.00 WIB masuk ke dalam kamar dan tidak keluar. Curiga sekaligus khawatir, bersama adik korban, sang ayah mendobrak pintu kamar.

Dan kekhawatiran mereka terbukti, HW ditemukan meninggal dunia, bunuh diri dengan luka di leher akibat sayatan pisau.

2 dari 2 halaman

Pemuda Gantung Diri di Pohon

Keluarga lantas melaporkan peristiwa bunuh diri ini ke Polsek Puring. Hasil olah TKP oleh Tim Inafis Polres Kebumen dan Tim Kesehatan menyatakan bahwa HW meninggal dunia akibat bunuh diri.

Tak berselang lama, kasus bunuh diri kembali terjadi di Kebumen. Usai bunuh diri di Krandegan, Puring, kasus bunuh diri kembali terjadi di Desa Kedungsari, Klirong, Kebumen, Rabu (20/11/2019) atau tak sampai sepekan dari peristiwa pertama.

Pelaku bunuh diri masih muda usia. Namanya Yuswanto (30 th), penduduk Dukuh Singkil RT 04/01 Desa Kedungsari, Kecamatan Klirong, Kebumen. Tak jelas motif Yuswanto nekat gantung diri.

"Malam sebelum kejadian, Almarhum Yuswanto cuma berkata kepada keluarganya, kalau pukul sembilan malam dia belum pulang, dia berada disekitar rumah,” kata Kapolsek Klirong AKP Diyono.

Tim Inafis dan petugas kesehatan tak menemukan tanda tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dipastikan Yuswanto meninggal dunia karena bunuh diri.

Kepala Sub Bagian Humas Iptu Tugiman sangat prihatin dengan maraknya bunuh diri di Kebumen. Dia berpesan warga Kebumen untuk lebih peduli dan memperhatikan keluarga dan lingkungan.

Menurut dia, banyak hal yang menjadi pemicu munculnya niat orang untuk mengakhiri hidup. Sakit menahun yang tak kunjung sembuh misalnya.

"Berikan bimbingan rohani kepada orang yang mulai menunjukan tanda tanda putus asa, kalau kita merasa tidak mampu ya bisa minta bantuan tetangga atau orang yang berpengaruh dan memiliki ilmu agama yang cukup," Tugiman mengimbau.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kronologi Ibu di Wonogiri Tenggak Racun Serangga Bersama Anaknya
Artikel Selanjutnya
Sebagian Mahasiswa Bandung Rentan Depresi dan Bunuh Diri