Sukses

Kisah Pengajar Kursus Bahasa Inggris Gratis di Jogja

Liputan6.com, Yogyakarta - Mengajar atau menjadi guru tidak selamanya tentang uang. Bagi Waryono, pengajar kursus Bahasa Inggris Englishopedia Jogja, menjadi pengajar adalah tentang berbagi ilmu yang ia punya dengan cara menyenangkan.

"Dengan menggunakan metode-metode yang khas, memudahkan siswa untuk memahami yang kita sampaikan, sesuai yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara 'sekolah itu taman' sebuah tempat yang menyenangkan bagi siswa," kata Yono kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Yono mengatakan, mengajar baginya juga memberikan pendidikan yang berkualitas di bidangnya. Hal ini sesuai motto englishopedia yaitu For Qualified and Affordable Education yaitu memberikan kursus bahasa Inggris dengan kualitas bagus dan biaya terjangkau.

"Meskipun sepertinya melawan paradigma di masyarakat  yang percaya jika ada rupa ada harga, kualitas bagus itu identik dengan biaya mahal. Menghadirkan Englishopedia saya ingin menunjukkan jika masih ada pendidikan bagus dengan biaya yang super murah," katanya.

Lewat Kursus Bahasa Inggris Englishopedia ia memiliki misi pendidikan adalah hak setiap anak bangsa sesuai dengan pesan UUD 1945. Semangat Englishopedia inilah ia memberikan kursus bahasa Inggris Termurah se Indonesia.

"Kelas gratis untuk mahasiswa Jogja & juga kelas gratis seumur hidup bagi penghafal Al-Qur'an. Kita juga sudah ada kursus Inggris gratis untuk takmir Masjid di Jogja," katanya.

Menurut Yono membuat program kursus Inggris gratis berasal dari ketidakrelaannya setelah menjadi trainer calon tenaga kerja profesional Indonesia ke luar negeri. Gaji besar tapi mereka terkendala kemampuan berbahasa Inggris.

"Dari situ saya tergerak untuk memprovokasi siswa-siswa saya untuk berani bersaing dengan tenaga kerja asing di luar negeri yang gaji puluhan juta, daripada rebutan dengan gaji UMR," katanya.

Melalui kelas gratis karena ia ingin menyebarkan virus bahwa bahasa Inggris itu wajib. Namun, niatnya juga memiliki kendala dengan pola pikir siswa yang ingin mendapatkan hasil cepat dalam waktu singkat.

"Banyak yang tanya jika ikut kursus Bahasa Inggris di Englishopedia ada jaminan lancar tidak atau bisa gak 2 bulan bisa lancar bahasa Inggris? Banyak orang lupa jika hasil itu berproses," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Berterima Kasih Kepada Guru

Yono tidak menyangka jika akhirnya ia juga menjadi pengajar. Sebelumnya ia selalu teringat  tumbuh dari para guru yang sudah mengajarkan berbagai ilmu.

"Saya berterima kasih kepada guru guru saya yang (galak) memberikan tantangan untuk bertumbuh, guru-guru saya yang tidak gampang memberikan nilai A untuk saya tetapi guru guru yg memberikan nilai sesuai dengan kemampuan saya," katanya.

Melihat kesejahteraan guru saat ini membuatnya sedih. Karena banyak guru yang berjuang untuk diterima menjadi guru di sebuah sekolah dan setelah diterima masih harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari ( terutama guru honorer).

"Masih banyak guru yg gajinya di bawah UMR dan beban guru semakin berat," katanya.

Ia pun berharap melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dapat memperhatikan nasib para guru. Sebab, masih banyak guru yang harus diperhatikan dengan jeli oleh pemerintah dan negara.

"Semoga segera ada langkah nyata dari pemerintah sehingga kesejahteraan guru semakin membaik," katanya.

Menurutnya guru telah membuat generasi saat ini tumbuh dengan baik. Ia pun tertantang agar dapat mengajarkan ilmu bahasa Inggrisnya kepada khalayak luas.

"Tapi setelah saya tahu bahwa banyak orang Indonesia yang kurang mampu berbahasa Inggris saya semangat dalam mengajar dan berbagi," katanya.

Ia pun sudah mengajar bahasa Inggris di beberapa tempat. Ia pun mengaku saat ini ia memiliki tantangan dalam mengajarkan bahasa Inggris di Yogyakarta.

" Sangat berat di sekolah atau di universitas non favorit karena motivasinya rendah. Sampai sampai membuat kelas kursus Inggris gratis saja susah mendapatkan siswa. Padahal dah gratis," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Membuat Englishopedia

Tahun 2009 lalu Waryono membuat kursus Bahasa Inggris dan hanya mematok biaya kursus sebesar Rp 5 ribu per sekali pertemuan hingga saat ini. Kursus ini berawal dari Speaking Club UGM pada 2002. Tahun 2009, ia dan kelompoknya mulai menarik iuran Rp 5.000 pada anggota.

"Uang ini untuk operasional kelompok dan membantu anak kurang mampu. Uang dibelikan meja, kursi, kipas angin dan papan tulis. Sistem tersebut terus berjalan hingga kini. Dan masih lima ribu," katanya.

Lembaga kursus itu kemudian diberi nama Englishopedia atas usulan seorang teman. Tidak seperti tempat kursus yang lain, Yono mengajar siswa di sebuah garasi di Jalan Pattimura Nomor 7 Kotabaru, Yogyakarta tempat kosnya dahulu.

"Karena sudah dianggap seperti anak sendiri, ibu kos Yono memberikan izin untuk menempati garasi sebagai tempat kursus Bahasa Inggris. Saya minta izin boleh dipakai," ujar dia.

Yono kursus Bahasa Inggris dengan harga murah karena ingin memberi akses pada anak-anak yang tidak mampu secara ekonomi. Sebab di Yogya, kursus Bahasa Inggris termasuk kursus mahal.

"Saya tidak mau menggunakan kebodohan orang lain untuk mencari keuntungan," ujar dia.

Yono mengklaim meski murah, kualitas pengajaran di tempat kursusnya tidak kalah dari tempat mahal. Ia mengaku memiliki metode pengajaran berbeda yang selaras dengan cara otak bekerja. Kursusnya itu hanya terdiri dari dua level, yaitu intermediate dan advance.

"Metode ini pernah saya teliti, kata dosen saya ini dipatenin saja karena mengajarkan Bahasa Inggris menggunakan Bahasa Indonesia belum ada," ujar dia.

Saat ini Englishopedia juga memberikan kelas gratis bagi mahasiswa Yogyakarta. Hingga saat ini sudah ada 5 angkatan dan sudah menjangkau 600 mahasiswa di Yogyakarta.

"Setiap kelas ada 25-30 dan setiap angkatan ada 150 orang," katanya.

Yono mengatakan saat ini juga program kos putra gratis bagi tidak mampu, berprestasi maupun yatim piatu. Lokasi kos juga ada di Jalan Pattimura no 7 Kotabaru Kota Jogja.

"Fasilitastempat tidur meja belajar, internet, ursus gratis seumur hidup. Hubungi Englishopedia," katanya. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Menteri-Menteri Jokowi Bakal Jalan Kaki dari Keraton Yogyakarta sampai UGM, Ada Apa?
Artikel Selanjutnya
Mengenal 3 Ojo, Jurus Antikorupsi BPJAMSOSTEK Cabang Yogyakarta