Sukses

Jurus Bank Mandiri Taspen Rangkul Generasi Milenial Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta - Bank Mandiri Taspen (Mantap) mulai menjaring generasi milenial sebagai salah satu nasabah yang potensial. Selama ini, Mandiri Taspen lebih dikenal sebagai perbankan yang mengurusi para pensiunan.

Sejumlah cara dilakukan oleh Bank Mandiri Taspen untuk merangkul kaum milenial. Di Yogyakata, misalnya, bank ini menggelar edukasi perbankan dalam rangka meningkatkan literasi kepada masyarakat. Diskusi bertajuk Edukasi Perbankan dan Literasi Keuangan Sahabat Menuju Masa Depan digelar di SMAN 6 Yogyakarta, Jumat (11/10/2019).

“Tujuan kami mengenalkan perbankan dan produk-produknya di kalangan pelajar,” ujar Paulus E. Suyatna, Direktur Compliance And Risk Bank Mandiri Taspen.

Ia tidak menampik secara umum pelajar sudah mengetahui soal perbankan dan produk-produknya, seperti tabungan, deposito, surat berharga, dan sebagainya. Namun, secara detail pelajar belum banyak yang mengetahui esensi dan filosofi perbankan.

Tidak hanya edukasi perbankan, Bank Mantap juga memiliki tabungan khusus pelajar serta program tabungan berhadiah sesuai dengan nominal simpanan.

“Bisa memilih sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya.

Seiring dengan era teknologi, Bank Mandiri Taspen sedang membuat perbankan berbasis digital yang disesuaikan dengan kebiasaan kaum milenial.

 

 

2 dari 2 halaman

Program untuk Pensiunan

Bank Mantap tidak melupakan nasabah yang merupakan pensiunan. Paulus merencanakan program wirausahawan bagi pensiunan yang memungkinkan mereka mengakses kredit modal dan didampingi oleh mentor.

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari dua BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero). Sebelumnya, bank ini bernama bernama Bank Sinar Harapan Bali lalu secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per 23 Desember 2017. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 318 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

Sampai dengan akhir Agustus 2019, total aset yang dimiliki Bank Mantap sebesar Rp 24,55 triliun atau tumbuh sekitar 41,7 persen, sedangkan posisi dana pihak ketiga mencapai Rp 18,37 triliun atau tumbuh sampai dengan 40,5 persen. Untuk penyaluran kredit berkisar Rp 18,69 triliun atau meningkat sampai 34,6 persen, dan khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 17,32 triliun dengan persentase tumbuh 41,3 persen.

Bank Mantap menghasilkan laba bersih sebesar Rp 270,7 miliar atau naik sampai dengan 19,6 persen dari periode tahun sebelumnya.

“Secara nasional performa Bank Mantap bagus, bahkan npl kami 0,66 secara nasional,” kata Paulus.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Menakar Iklim Investasi di DIY pada 2020 Usai Pembangunan Bandara Kulon Progo
Artikel Selanjutnya
Putri Mahkota Denmark Tampil Sederhana saat Temui Sultan Yogya