Sukses

Sikap Persaudaraan Asep Sedunia Soal Polemik Pemilu

Liputan6.com, Garut - Apa jadinya jika nama Asep seluruh dunia berkumpul dalam satu lokasi. Mereka nampak akrab, penuh canda tawa dan gurauan khas Sunda, dalam halal bihalal Paguyuban Asep Sedunia, di kota Intan Garut, Jawa Barat, siang tadi.

Asep Djaelani, penanggung jawab panitia halal bihalal paguyuban Asep mengatakan, sejak 2010 lalu, paguyuban Asep sedunia, tak pernah absen melakukan kegiatan untuk merekatkan silaturahmi.

"Tahun ini peserta paling jauh datang dari Pontianak, Kalimantan dan Aceh," ujarnya di sela-sela kegiatan , Minggu (23/6/2019).

Mengenakan setelan baju serba hitam, mereka seakan ingin menunjukkan bagaimana caranya menjaga persaudaraan dan pesatuan sesama Asep.

Bahkan beberapa Asep, sengaja menampilkan dandanan nyentrik, untuk menarik perhatian dari komunitas Asep lainnya. "Tetap mengedepankan etika kesopanan," kata dia.

Mengusung tema ‘Ti Asep, Ku Asep, Keur Indonesia’ (Dari Asep, Oleh Asep Untuk Indonesia). Mereka bertekad memberikan masukan sekaligus solusi dalam berbagai hal kepada pemerintah.

"Selain silaturahmi, kami menyiapkan rencana bagaimana saling memajukan antara sesame Asep," ujarnya.

Hal senada disampaikan Asep Abot. Peserta dari Bandung itu mengatakan, selain silaturahmi, hal yang paling penting ditunggu, bagaimana bisa saling berbagi memajukan sesama Asep.

Bahkan dalam perjalan selanjutnya, paguyuban memiliki komunitas Asep lain, dengan latar belakang yang berbeda. "Makanya adanya silaturahmi ini bisa menambah hasanah dari komunitas-komunitas Asep lainnya," ujar dia.

Asep Mauludin, salah satu peserta Asep dari Garut menambahkan, selain sarana anjang sono, kegiatan silaturahmi Asep, harus dimanfaatkan betul kelompk Asep yang masih mencari jati diri.

"Asep juga kan banyak juga yang jadi inohong (pejabat dan orang sukses), manfaatkan betul jaringan itu, untuk menimbah pengalaman dan kesuksesannya," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Tidak Berpolitik

Asep Djaelani menyatakan, meskipun nama Asep tersebar luas di Indonesia bahkan luar negeri, namun secara organisasi lembaga bercorak paguyuban ini, justru memilih untuk tidak berpolitik.

"Tapi bukan buta politik, di paguyuban juga banyak orang partai silahkan, tapi secara lembaga kami memilih tidak berpolitik," ujarnya.

Saat ini total anggota paguyuban Asep diperkiran sekitar 3.000 orang yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. "Ada juga yang di luar negeri," kata dia.

Menurutnya, sejak pertama kali dibentuk hampir satu dekade lalu, paguyuban Asep selalu berperan aktif memberikan masukan untuk kemajuan pembangunan.

"Paling utama tentu soal peningkatan kesejahteraan ekonomi," kata dia.

Nama Asep yang identik dengan suku asli sunda, memang memiliki basis massa yang cukup banyak, yang tersebar di berbagai sektor.

"Di sini kami saling berbagi termasuk memberikan masukan, terutama bagi Asep yang membutuhkan bantuan," kata dia.

Tak ayal dalam setiap silaturahmi yang dilakukan, selalu menghasilkan poin kesepakatan untuk kemajuan paguyuban, terutama bagi Asep yang berlum berdaya.

"Ini (bantuan) berlaku bagi seluruh Asep di mana pun berada," ujar Asep Djaelani.

3 dari 3 halaman

Pesan Damai

Khusus pertemuan kali ini, ujar Asep, mereka meminta kepada seluruh Asep di mana pun berada, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di tengah polemik gugatan hasil pemilu yang saat ini tengah berlangsung di Mahkamah Konstutusi (MK).

"Asep itu identik dengan suku sunda, dan kami sangat menjunjung persatuan dan kesatuannya di mana pun berada," kata dia.

Menurut Asep, nilai persaudaraan serta persatuan dan kesatuan bangsa, merupakan perekat utama yang menghimpun keberadaan Asep di mana pun berada. "Buat kami berbeda pilihan sudah biasa, namun tetap mengedepankan tali silaturahmi dan persaudaraan," ujar dia.

Hal senada disampaikan Asep Mauludin. Menurutnya, perselisihan yang ada saat ini, mesti digunakan paguyuban Asep untuk menjadi pioneer perekat persaudaraan anak bangsa.

"Antara sesame Asep itu sudah sewajarnya saling asah dan saling asih, dan sesame Asep tidak mudah untuk dipecah belah," pinta dia.

Dengan upaya itu paguyuban Asep, bisa memberikan warna tersendiri dalam merangkai perbedaan sesame anak bangsa. "Sejak lama budaya leluhur kami mengajarkan saling asah, saling asih dan saling asuh," papar dia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Reaktivasi Kereta Api Cibatu Garut, Jangan Kasih Kendor
Artikel Selanjutnya
Perajin Pandai Besi Garut Riwayatmu Kini