Sukses

Perburuan Liar Ancam Habitat Ikan Hiu di Raja Ampat

Liputan6.com, Papua - Perburuan liar ikan hiu di perairan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat semakin marak terjadi. Habitan ikan karnivora ini semakin terancam, akibat perburuan ilegal oleh oknum tidak bertanggungjawab tersebut.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Raja Ampat pun terus menekan angka perburuan liar ikan Hiu ini, dengan cara rutin menggelar patroli di perairan.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat Marthen LR Bartholomeu, patroli rutin terus dilakukan, agar mengurangi tingkat perburuan ikan Hiu di kawasannya.

Mereka juga mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, agar turut melakukan patroli secara rutin di perairan Raja Ampat.

“Ada beberapa kawasan yang sering dijadikan lokasi perburuan liar ikan Hiu, seperti perairan Kampung Samate, perairan Kampung Kaliam hingga perairan kepulauan Sembilan kabupaten Raja Ampat,” ujarnya, Jumat (7/6/2019), dilansir Antara.

Meskipun daerah tersebut merupakan kawasan konservasi perairan daerah (KKPD), namun masih saja banyak dilakukan perburuan liar.

Pengawasan kawasan konservasi yang sesuai undang-undang nomor 23 tahun 2014, merupakan kewenangan dan pengawasan pemerintah provinsi Papua Barat.

Sehingga itu berdampak pada terbatasnya kewenangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat. Meskipun kawasan tersebut masih masuk wilayah Raja Ampat.

“Kita terus berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perikanan Papua Barat, agar bisa mengatasi perburuan liar ikan Hiu dan menindak tegas pelakunya,” ujarny.

Mereka juga siap membantu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, untuk melakukan patroli di seluruh wilayah Raja Ampat yang marak perburuan liar ikan hiu.

"Kami harap ini direspon dengan cepat dan aktivitas patroli secepatnya dilakukan sehingga perburuan hiu di Raja Ampat berkurang," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Lepaskan Ratusan Penyu

Di tengah maraknya perburuan ikan Hiu, Masyarakat Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Kabupaten Raja Ampat, melepaskan 504 tukik ke laut. Langkah ini sebagai upaya menjaga kelestarian alam di perairan Raja Ampat.

Menurut Ketua Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampnyng Yenbekaki Yusuf Mayor, ratusan tukik tersebut terdiri dari 110 tukik penyu sisik dan 394 ekor tukik penyu lekang.

Khusus tukik penyu lekang ini yang menetas di Pantai Warebar Kampung Yenbekaki Raja Ampat. Pelepasan ini digelar sekitar sepekan yang lalu.

"Yenbekaki merupakan tempat penyu dewasa naik pada masa bertelur dan meletakkan telurnya. Terutama penyu belimbing yang berukuran terbesar dan dijuluki penjelajah lautan yang handal," katanya.

Selama masa bertelur, mereka menjaga tempat bertelur penyu dengan sangat ketat. Salah satunya untuk menghindari serangan predator yang mengincar telurnya.

Setelah telur menetas, Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampnyng Yenbekaki menangkar tukik di kandang, agar bisa kuat saat dilepaskan ke laut.

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelajah Pagi dengan Perahu Kajang Kebanggaan Masyarakat Misool Raja Ampat
Artikel Selanjutnya
Arkeolog Papua Temukan Kapak Batu dan Fragmen di Keramik Cina