Sukses

Pendaki Hilang Asal Magelang di Gunung Lawu Masih Misterius

Liputan6.com, Solo Tim SAR menghentikan operasi pencarian pendaki asal Magelang, Alvi Kurniawan yang hilang saat mendaki Gunung Lawu. Penghentian pencarian dilakukan karena selama sepekan tim SAR belum berhasil menemukan pendaki yang hilang di gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kepala Humas Basarnas Pos Surakarta, Yohan Tri Anggoro mengatakan tim SAR gabungan yang berjumlah 250 personil dari berbagai instansi dan potensi tidak dapat menemukan keberadaan survivor asal Mejing, Candimulyo, Magelang. Padahal segala upaya telah dilakukan oleh tim SAR gabungan untuk melakukan operasi pencarian dan penyisiran di Gunung Lawu.

“Tim SAR tidak dapat menemukan keberadaan survivor atas nama Alvi Kurniawan sehingga operasi pencarian dinyatakan ditutup pada Selasa malam pukul 20.15 WIB, dilanjutkan dengan pemantuan,” kata dia, Rabu (09/01/2019).

Menurut Yohan, selama tujuh hari tim SAR telah melakukan berbagai upaya pencarian dan penyisiran dengan banyak metode dan cara, mulai dari survivor terakhir terlihat sampai ke berbagai titik yang dicurigai dilewati pendaki yang hilang. Bahkan, proses pencarian juga menyisir jalur-jalur pendakian maupun non pendakian yang mungkin dilewati survivor.

“Pencarian telah dilakukan seperti di seputaran puncak, pasar dieng, kamanditan, kayangan, hargopuroso, sendang kamulyan, puncak tiling, sendang macan hingga bulak peperangan dan  hutan lumut. Tapi tidak menemukan keberadaan survivor,” ujar dia.

Seperti diceritakan Yohan jika Alvi Kurnawan  bersama enam temannya mendaki Gunung Lawu melalui jalur pendakian Candi Cetho pada 31 Desember 2018. Saat melakukan pendakian itu, survivor bertemu dengan pendaki wanita asal Magelang mengajak untuk balapan naik ke puncak.

“Sampai pasar dieng berpisah pukul 12.15 WIB. Pendaki wanita kecapaian dan Alvi melanjutkan perjalanan ke puncak. Rombongan terpisah dengan korban di sekitar pasar dieng dan ditunggu di basecampe tetapi sampai pada turun, korban tidak kunjung,” ujarnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pelaku Perusakan Nisan Salib di Magelang Jalani Observasi di Rumah Sakit Jiwa
Artikel Selanjutnya
Menggali Motif dan Jati Diri Pelaku Perusakan Nisan Salib di Magelang