Sukses

Viral, 2 Bocah Perdaya Pengguna ATM Kuras Jutaan Rupiah

Liputan6.com, Makassar - Pengguna media sosial di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, khususnya Facebook sedang heboh dengan video rekaman CCTV dua bocah perempuan yang memperdayai dua wanita saat berada di depan mesin ATM

Belakangan diketahui kejadian itu terjadi di ATM Center depan Pesantren IMMIM Putera, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar pada Jumat, 20 April 2018.

Dalam video tersebut, kedua bocah itu berpura-pura menawarkan wafer dan mengganggu konsentrasi pengguna ATM. Saat pengguna lengah, kedua bocah itu dengan sigap menekan tombol nominal uang. Setelah pengguna ATM pergi, bocah itu kemudian mengambil uang tersebut.

"Setelah videonya viral dan kita terima laporannya kita bergerak cepat untuk mencari keberadaan dua anak perempuan itu," kata Kapolsek Tamalanrea, Kompol Bachtiar saat dikonfirmasi, Kamis, 26 April 2018.

Kedua bocah perempuan itu pun berhasil diamankan oleh aparat kepolisian malam tadi di Jalan Tamalanrea IV, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. 

Keduanya adalah WE (11) dan RS (9). Bachtiar mengungkapkan bahwa kedua bocah itu langsung digelandang ke Mapolsek Tamalanrea untuk diinterogasi.

"Diamankan di rumahnya masing-masing. Sampai sekarang kita masih lakukan pendalaman dan interogasi," ucapnya singkat.

Sementara itu, korban aksi kedua bocah ini, Febrianti (28), mengatakan bahwa dirinya tidak menyadari aksi itu. Ia kemudian sadar bahwa uang dari dalam ATM-nya berkurang pada keesokan harinya. 

"Saya sadar nanti besoknya, saat mau tarik uang kok sudah tidak cukup," kata dosen di sebuah universitas di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara itu. 

Waktu itu, kata dia, kedua bocah itu bekerja sama untuk memperdayai dirinya. Salah satu di antaranya mengalihkan perhatian dan yang lainnya menekan tombol penarikan uang. 

"Setelah memasukkan ATM dan nomor pin, itu anak bilang kalau mesin ATM itu rusak. Ternyata saat itu juga yang satunya lagi sudah pencet tombol penarikan uang Rp 500 ribu, saat mesin sementara bekerja untuk keluarkan uang suaranya juga dialihkan dengan cara tepuk tangan. Makanya saya bingung, pas kartu ATM saya keluar saya langsung ambil dan pergi," jelas Febrianti saat ditemui di Polsek Tamalanrea. 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Dugaan Eksploitasi, Kasus Diambil Alih 

Di tempat yang sama, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan bahwa kasus ini telah diambil alih oleh Unit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar. 

"Kita ambil alih, biar ditangani sama PPA Polrestabes," kata Irwan di Polsek Tamalanrea. 

Irwan memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih mendalam lagi, pasalnya ada dugaan anak ini sengaja dilatih untuk melakukan aksi itu. 

"Logikanya mudah, mana mungkin anak seumur itu bisa mengerti proses penarikan uang di mesin ATM kalau tidak diajari," ucapnya.

Halijah, ibu dari WE (11) mengaku tak mengetahui aksi putrinya, meski anak sulungnya itu kadang membawa pulang uang yang cukup banyak. 

"Saya tidak tahu Pak, kemarin memang bawa pulang uang Rp 300 ribu, tapi dia cuma bilang uang itu dia dapat dari mesin ATM, uangnya mahasiswa ketinggalan," kata Haljah. 

Halijah juga menjelaskan bahawa sehari-hari anaknya itu memang berjualan wafer untuk membantu kebutuhan keluarganya.

"Ya itu jualan Nabati, saya tidak tahu kalau dia pergi begini," ucapnya. 

Senada dengan Halijah, Salma, ibu dari RS (9) juga mengaku kalau anaknya memang sehari-hari berjualan wafer untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya. 

Namun, Salma sudah sangat sering memarahi anaknya karena anaknya itu bergaul dengan pria dewasa dan sering pulang malam. 

"Tapi saya sudah sering marahi dia, karena sering bergaul dengan orang-orang dewasa, laki-laki. Capek saya pukul dia," ucapnya sambil menitikkan air mata. 

 

3 dari 3 halaman

Bukan Pertama Kali, Ini Sepak Terjang Kedua Bocah itu

Aksi dua bocah perempuan ini ternyata bukan pertama kalinya, dari hasil interogasi awal oleh pihak kepolisian, kedua bocah itu mengaku telah tiga kali melakukan aksinya. 

"Iya sudah tiga kali," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, AKP Muhammad Warpa saat dikonfirmasi. 

Warpah merinci aksi yang pertama mereka dilakukan pada awal April 2018. Saat itu, kedua bocah itu berhasil memperdayai korbannya di mesin ATM area Kampus Universitas Hasanuddin. 

"Kerugian korban waktu itu mencapai Rp 3,7 juta," sambung Warpah.

Lalu aksi kedua dari bocah itu, lanjut Warpah, dilakukan di ATM Center depan Pesantren IMMIM Putera, Jalan Perintis Kemerdekaan. "Kerugian korban berikutnya itu Rp 800 ribu," lanjutnya. 

Petualangan kedua bocah itu kemudian berakhir pada aksi yang ketiga kalinya setelah video rekaman CCTV-nya viral di media sosial. 

"Aksi ketiga lokasinya sama dengan aksi kedua, kerugian korban Rp 500 ribu. Dan itu aksi yang terakhir mereka," Warpah memungkasi.

Loading
Artikel Selanjutnya
Diputar dan Raih Piala di Festival Internasional, Apa Kelebihan Film Kado?
Artikel Selanjutnya
Tanggapan Akademisi soal Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Latih SMK di Sulsel