Sukses

Riang Bocah-Bocah Muntang Bakar Semangat Pagi TNI Purbalingga

Liputan6.com, Purbalingga - Rona merah baru saja menyembul dari ufuk timur. Matahari pagi belum mampu menyibak kabut yang bergelantungan di kanopi-kanopi pepohonan. Dingin menusuk usai usai hujan menggguyur Dusun Muntang Desa Karangjambu, Purbalingga.

Licinnya jalan tak menyurutkan langkah kaki Mbah Diran (68), warga Muntang. Ia bergegegas memikul cangkul untuk memulai aktivitas paginya.

Tetapi hari ini, ia tak pergi ke ladang. Ia menunggu warga desa lainnya untuk bekerja bakti memperbaiki jalan sepanjang 1.975 ke perkebunan warga dan merupakan jalur penghubung ke Dusun Brubahan dan desa lainnya.

Hari ini, ia gembira. Jalan yang selama berpuluh tahun rusak dan sukar dilintasi saat musim penghujan bakal dibangun dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Kodim 0702/Purbalingga.

Padahal jalan ini adalah jalur utama menuju perkebunan kopi, cengkih, kelapa, ketela, kapolaga, jahe, dan beragam budidaya hortikultura lainnya. Petani kerap kesulitan mengangkut hasil pertaniannya lantaran kondisi jalan yang oleh warga setempat disebut remuk bunyuk alias rusak parah.

"Kula warga asli mriki nggih kudu aktif nderek mbangun desa, sinten malih sing bade mbangun nek sanes kulo piyambak. (Saya warga asli desa ini. Ya, saya harus aktif ikut membangun desa. Siapa lagi yang akan membangun kalau bukan kita sendiri)," ucapnya, dalam bahasa Ngapak, dikutip Liputan6.com dari keterangan tertulis Humas Kodim 0702/Purbalingga, Jumat, 24 Maret 2018.

2 dari 4 halaman

Petualangan Anak-Anak

Keteladanan Mbah Diran adalah cerminan bagaimana ribuan warga Karangjambu begitu bersemangat menyambut program TMMD ini. Dalam program ini, selain membangun jalan, TNI Purbalingga akan membangun drainase, talut, dan bedah rumah.

Semangat Mbah Diran rupanya menular pada anak-anak usia dini di Karangjambu. Oleh para gurunya, anak-anak ini diajak bertualang di lokasi program. Mereka menyapa para tentara yang tengah bekerja dalam pra-TMMD Purbalingga.

Namanya, anak-anak, tentu tingkahnya tak terduga. Bocah-bocah ini berlarian tak tentu arah, bak gasing yang tak pernah diam.

Niatnya membantu, tetapi seringkali mereka justru mengganggu lantaran terus berlarian. Bagi tentara, tingkah polah bocah-bocah itu adalah hiburan pagi. Kedatangan bocah mungil membuat mereka tambah bersemangat.

Salah satu di antaranya adalah Okan Bahtiar (5). Ia adalah anak Ikhlas, salah satu warga RT 2/1 Karangjambu yang selalu rajin membantu pembangunan jalan makadam. Tatkala Satgas TMMD sibuk menata batu, Okan sibuk bermain sendiri.

3 dari 4 halaman

Perempuan Tak Kalah Giat

Segala sesuatu yang ada di lokasi dia mainkan. Kadang dia bermain-main di sekitar anggota Satgas yang sedang bekerja. Namun ada kalanya, polahnya membikin orang terkagum-kagum, dengan sendirinya Okan membantu menata batu tanpa disuruh.

"Kehadiran anak-anak kecil justru menjadi penyemangat kerja bagi kami. Yang namanya anak-anak, tetaplah anak-anak kapanpun dan di manapun keinginannya selalu bermain, kami juga sering meledek saat dia main," ungkap Serda Heri.

Dalam pelaksanaan TMMD, TNI memang tak hanya melibatkan lelaki dewasa. Perempuan, siswa SD, dan TK pun turut serta dalam kegiatan ini.

Tujuannya adalah untuk melestarikan budaya gotong royong, sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia. Di tangan-tangan mungil para pelajar ini, masa depan Indonesia berada.

4 dari 4 halaman

Program Nonfisik dalam TMMD Purbalingga

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Andy Bagus menerangkan pelibatan seluruh elemen adalah wujud kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Pun, anak-anak dikenalkan dengan budaya gotong royong yang telah diwariskan turun temurun sebagai kekuatan bangsa.

Selain pembangunan fisik berupa jalan, talut, drainase dan bedah rumah, dalam TMMD yang dibuka 28 Maret 2018 ini, juga ada program non fisik. Salah satunya adalah trauma healing. Diketahui, wilayah Karangjambu penuh medan berbukit yang menyebabkan kerap terjadinya bencana.

Seperti yang terjadi sebulan lalu, tepatnya 22 Februari 2018, kabar duka datang dari desa tetangga, Jingkang. Empat anak meninggal dunia dalam tragedi longsor di rumah Solikhin yang tengah menggelar tahlilan menjelang hajatan pernikahan dan sunatan dua anaknya.

Di luar itu, berbagai kegiatan non fisik dan program fisik tambahan pun akan dilakukan. Antara lain, penyuluhan kesehatan, KB, pelatihan olahan makanan, dan pelatihan keamanan dan ketertiban. Di luar itu, ada pula beragam program untuk anak-anak.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ayah Bejat Cabuli Anak Kandungnya Berulang Kali Hingga Hamil
Artikel Selanjutnya
Dari Purbalingga, Bulu Mata Artisan Dipakai Miss Universe dan Artis Hollywood