Sukses

Setelah Satwa Dicekoki Miras, Kini Ada Orangutan Merokok

Liputan6.com, Bandung - Video sekelompok remaja pengunjung Taman Safari Indonesia di Bogor, Jawa Barat, yang memberikan minuman keras (miras) terhadap sejumlah hewan sempat viral di media sosial (medsos), November tahun lalu. Kini, beredar video orangutan tengah mengisap rokok yang diduga terjadi di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat.

Dalam video berdurasi satu menit yang diunggah akun Marison Guciano di Facebook, seekor orangutan terlihat tengah memungut dan mengisap rokok yang dibuang sengaja oleh seorang pengunjung ke kandang primata endemik Sumatera dan Kalimantan tersebut.

"Orangutan di Kebun Binatang Bandung ini diberi rokok oleh pengunjung yang bodoh. Pengunjung tidak tahu bagaimana cara menangani hewan, namun kurangnya pengawasan oleh pengelola kebun binatang adalah juga persoalan, dan merupakan salah satu isu yang harus diatasi. Indonesia saat ini membutuhkan standar kesejahteraan hewan di kebun binatangnya," tulis Marison dalam akun Facebook-nya.

Video itu awalnya memperlihatkan para pengunjung di sekitar kandang orangutan. Salah satu pria yang memakai baju hitam kemudian membuang rokok yang sudah menyala ke kandang satwa dilindungi itu yang langsung dipungut orangutan itu untuk kemudian diisapnya persis manusia mengisap rokok.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 3 halaman

Pernyataan Pengunggah Video Orangutan Merokok

Saat dihubungi, Marison Guciano yang juga pemerhati satwa mengatakan, video itu diambil pada Minggu, 4 Maret 2018, oleh seorang relawannya saat mengunjungi Kebun Binatang Bandung.

"Kejadiannya di Kebun Binatang Bandung, Minggu, 4 Maret. (Kebetulan) ada relawan saya yang ke sana," ucap dia, Selasa (6/3/2018), dilansir Antara.

Dia pun mengaku memprihatinkan kejadian ini. Sebab, para pengunjung seharusnya bisa ikut menjaga binatang-binatang yang tinggal di kebun binatang, bukan malah melakukan hal yang bertentangan dengan kebiasaan satwa.

Marison meminta pengelola kebun binatang untuk lebih serius memperhatikan satwa-satwanya dan mengedukasi secara masif para pengunjung, tidak sebatas lewat papan informasi.

"Karena tidak semua pengunjung cerdas ada juga yang bodoh seperti kasus lempar rokok ke kandang orangutan ini," ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Pemberi Miras ke Satwa Taman Safari Menyesal

Beberapa waktu lalu, pemberi minuman keras (miras) kepada satwa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor, mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. Satwa dicekoki miras itu pun dikecam masyarakat.

"Saya menyesal melakukan hal itu. Saya bersama teman saya tidak ada niatan jahat seperti itu," ujar salah satu perempuan yang mengunggah video di Instagram berinisial ADF (25), saat menggelar jumpa pers di Kantor Kuasa Hukum M Ali Nurdin di Jalan Dago, Kota Bandung, Sabtu, 18 November 2017.

ADF bersama temannya PB (27), yang merupakan si pemberi miras ke satwa, datang ke Kota Bandung dan mendatangi Ali Nurdin untuk dijadikan kuasa hukumnya, guna mengklarifikasi kasus tersebut.

ADF menjelaskan, kejadian itu bermula usai pulang liburan dari Puncak, Bogor, bersama empat temannya pada Selasa. Karena situasi macet, ia beserta teman-temannya kemudian mengarahkan kendaraannya ke Taman Safari sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut ADF, mereka tidak memiliki niat untuk menyakiti satwa yang ada di Taman Safari. Namun, karena terpengaruh suasana, dengan spontan ia bersama teman-temannya mencekoki rusa, zebra, dan kuda nil minuman keras serta mengunggahnya di Instagram.

Bahkan, ia mengklaim, saat kejadian, teman-temannya tidak sedang dalam pengaruh alkohol. "Kita sudah nyesel banget, kita sudah kena dampaknya. Ini kekhilafan yang dampaknya luar biasa," kata dia, dilansir Antara.

ADF dan PB yang berprofesi sebagai pegawai di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, mengaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya serta berencana mendatangi pihak Taman Safari untuk meminta maaf.

"Kalau tidak ada halangan, kita besok akan mendatangi Polres Bogor, kita juga akan ke Taman Safari meminta permohonan maaf," katanya, saat itu.

Adapun satwa-satwa yang diberi miras kemudian dipantau kondisinya karena dikhawatirkan berdampak pada kesehatan mereka.

Loading