Liputan6.com, Kupang - Yuni Tone (20), warga Jalan SK Lerik No 17, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, diciduk anggota Polres Kupang Kota, karena ketahuan mencekik bayi yang baru dilahirkannya itu hingga tewas.
Usai memastikan tewas, bayi merah itu kemudian dibuang di dalam bak sampah kamar mandi. Namun, tangisan bayi itu sempat didengar teman ibu muda itu yang melaporkannya ke polisi. Saat ditemukan, nyawa bayi itu sudah tidak tertolong.
Dorce Talan (22), saksi mata kejadian mengatakan, sekitar pukul 06.00 Wita, ia sempat mengajak ibu sang bayi nahas pergi ke gereja. Namun, pelaku menolak beralasan sakit perut.
Saat menunggu jemputan di halaman rumah, dia mendengar suara tangisan bayi. Hal itu membuatnya kembali masuk ke dalam rumah untuk membangunkan suaminya, Widianto untuk melihat keadaan Yuni yang saat itu berada di kamar mandi.
"Saya dengar suara tangisan bayi dan saya bangunkan Anto untuk menggedor pintu kamar mandi dan menyuruh pelaku untuk keluar namun tidak dibukakan oleh pelaku," ujar Dorce kepada Liputan6.com, Senin (24/10/2016).
Widianto (38) menambahkan, saat pintu kamar mandi digedor, ia mendengar pelaku menyiram air berulang-ulang. Karena penasaran, ia naik ke atas kursi untuk melihat Yuni dari ventilasi kamar mandi sambil menyuruhnya membuka pintu.
"Setelah pintu dibuka, saya melihat bercak darah dan saya lihat bayi ada di tempat sampah sudah dalam keadaan meninggal," tutur Widianto.
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Lalu Musti Ali mengatakan, sesuai keterangan para saksi, pelaku sedang hamil tujuh bulan dengan pacarnya, Gusti Nubatonis.
Untuk penyebab pasti kematian bayi, lanjut Ali, belum bisa disimpulkan karena harus diperiksa mendalam. Saat ini, Yuni sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kupang.
"Kami serahkan bayi di kamar jenazah RSUD W.Z. Yohanes Kupang untuk dilakukan visum untuk mengetahui pasti penyebab kematian bayi," kata Ali.
Ibu Muda Cekik Bayinya Usai Melahirkan
Aksinya ketahuan setelah rekannya melihat dari ventilasi di atas pintu kamar mandi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673201/original/Bunuh%20diri.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta1 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi23 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)