Liputan6.com, Ternate - Ibarat gali lubang tutup lubang, Pemerintah Provinsi (Pemprov)Â Maluku Utara (Malut) berencana meminjam Rp 350 miliar untuk membayar utang.
Keputusan melakukan peminjaman itu telah disepakati Pemprov Malut melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran DPRD Malut pada Selasa 26 Juli 2016. Namun tak semua pihak setuju dengan rencana ini dengan pertimbangan beban bunga yang terlalu besar.
Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Malut, Ansar Daaly mengatakan, sebagian menilai, angka Rp 350 dinilai terlalu besar. Sebab posisi utang saat ini tinggal Rp 62 miliar.
Angka itu terdiri dari utang pihak ketiga Rp 22 miliar dan utang akibat pekerjaan yang tidak selesai senilai Rp 40 miliar.
Ansar mengatakan, pinjaman bakal tetap dilakukan tapi akan disesuaikan dengan besaran sisa utang.
"Langkah lain yang akan ditempuh pemprov adalah memaksimalkan pendapatan daerah terhadap potensi-potensi yang belum digarap, terutama pada sektor tambang. Karena itu, Pemprov melalui TAPD akan terus berkonsultasi dengan DPRD untuk mencarikan solusi terbaik terkait potensi pendapatan yang belum terbayar dan pinjaman," kata Ansar di Ternate, Malut, Rabu 27 Juli 2016.
Kepala Inspektorat Bambang Hermawan mengungkapkan, rencana pinjaman ke pihak lain itu dilakukan melalui Bank PT Sarana Multi Infrastruktur Indonesia (SMII) Persero Jakarta.
Bambang menjelaskan, bank tersebut sudah direkomendasikan oleh Presiden dan Menteri Keuangan. Meskipun dia mengaku belum mengetahui nilai pasti pinjaman yang akan dilakukan.
"Namun nilai itu masih akan disesuaikan. Karena itu kita akan berkonsultasi dulu dengan DPRD. Soal pinjaman tetap dilakukan karena saat ini lagi defisit pembiayaan. Ini kita lakukan karena satu-satunya jalan melunasi utang Pemprov kepada pihak ketiga," ujar Bambang.
Maluku Utara Gali Lubang Tutup Utang
Pemprov Maluku Utara berencana meminjam Rp 350 miliar untuk membayar utang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1199555/original/066155400_1460371649-good-debt-and-bad-debt-fb-1200x900.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal2 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475259/original/069032500_1687331408-cek_fakta_bohir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502785/original/075044200_1771042664-alat_pertanian_klaim.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038066/original/026572200_1653958351-WhatsApp_Image_2022-05-31_at_7.49.56_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348143/original/026185400_1789384005-SKW_0753.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2458078/original/088452900_1546915717-france.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376320/original/043656200_1792330287-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4643215/original/010950300_1699602773-IMG-20231110-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059231/original/044001300_1655788404-AP22167561965695.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376839/original/040369400_1792394712-Ilustrasi_seseorang_menagih_utang_ke_temennya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297447/original/085166900_1784091469-Utang_Luar_Negeri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3595351/original/013332000_1633592458-pexels-md-iftekhar-uddin-emon-403495.jpg)