Sukses

2 Ular Piton Sambangi Kantor Gubernur Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu - Dalam lima hari terakhir, dua ekor ular piton menyambangi kantor Gubernur Bengkulu pada jam kerja pegawai antara pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Ular sepanjang 3 meter dan 6 meter itu menyusup di lantai depan ruang kerja Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Kedatangan dua ekor piton itu tidak bersamaan. Ular sepanjang 6 meter terlihat di lantai depan ruang kerja BKD pada Rabu, 27 April 2016. Mendadak sontak, para pegawai negeri sipil (PNS) yang bersiap mengikuti apel sore menjadi panik.

Beberapa PNS pria dibantu pawang ular yang sengaja didatangkan berupaya menghalau ular hingga terdesak ke sudut dinding kantor. Butuh waktu lebih dari satu jam untuk menjinakkan ular hingga berhasil diamankan.

Ular sepanjang 3 meter kemudian menyusul pada Jumat (29/4/2016). Pawang ular kembali didatangkan.

"Sejak Senin kemarin sudah terlihat jalan-jalan di sini, sekarang baru bisa ditangkap. Ini ular kedua, pertama panjangnya sekitar 6 meter, yang ini hanya 3 meter," ujar Anna Mareta, salah seorang PNS di BKD Provinsi Bengkulu.

Menurut Anna, kedua ular itu sudah terlihat beberapa hari berkeliaran di lingkungan kantor mereka. Karena dirasa tidak terlalu mengganggu, mereka hanya melihat saja dari kejauhan.
 
Imam Syafei, sang pawang ular, mengatakan kedua ular sudah lama bersarang di lingkungan perkantoran tersebut. Sebab, dia juga menemukan potongan sisik dan cangkang telur ular yang sudah menetas.

"Ini jenis ular Piton Padi. Ular pertama sepanjang enam meter ini sudah sempat berganti kulit. Ada juga cangkang telur. Paling tidak tiga ekor ular masih berkeliaran di sekitar sini," ujar Syafei.

Rencananya, kedua ular itu akan dilepas liar di kawasan konservasi Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) tetapi dirawat terlebih dahulu. Sebab, proses penangkapan yang dilakukan sangat kasar sehingga menimbulkan luka di beberapa bagian tubuh ular.

Salah seorang paranormal di Bengkulu Syakirin Endar Ali menyatakan, keluarnya ular piton dari persembunyian sebagai pertanda bakal ada kejadian besar di lingkungan itu.

"Karena terjadi di kantor gubernur, kemungkinan ada peristiwa besar yang bakal terjadi. Di sana juga terdapat banyak orang yang bermuka dua yang mengambil kesempatan kepada pemimpin baru, yaitu Gubernur Bengkulu. Kita lihat saja nanti," ucap Syakirin.

Loading