Sukses

Top 3: Fatmawati Soekarno, Sang Merpati dari Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu - Banyak kisah dan fakta menarik tentang sosok Fatmawati Soekarno. Di balik penampilannya yang anggun, perempuan kelahiran Bengkulu itu memiliki ketegasan yang tak mudah ditaklukkan Sukarno. 

Berita tentang perempuan yang dijuluki sang merpati dari Bengkulu ini berhasil menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, pada Selasa (19/6/2016).

Dua berita lainnya yang tak kalah populer adalah mengenai lulusan sarjana kedokteran termuda se-Indonesia dan mengenal lebih dekat dengan Nyi Ageng Serang, Panglima Sakti Perang Jawa.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Lima Fakta tentang Fatmawati Soekarno, Sang Merpati dari Bengkulu

Kebaya merupakan busana kenegaraan saat Presiden melakukan lawatan ke luar negeri, seperti yang dikenakan Fatmawati dan Dewi Soekarno

Sosok Fatmawati tidak bisa dilepaskan dari Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia. Ia berdiri di belakang suaminya saat sang proklamator mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Ia pula yang berjasa menjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945.

Di balik penampilannya yang anggun, perempuan kelahiran Bengkulu itu memiliki ketegasan yang tak mudah ditaklukkan Sukarno. Ia menolak untuk dimadu hingga mengajukan syarat berat kepada Bung Karno yang hendak mempersunting dirinya.

Selain kisah itu, ada fakta lain tentang sekelumit kehidupan Fatmawati Soekarno, sang merpati dari Bengkulu.

Selengkapnya..

2. Menakjubkan, Gadis Ini Sarjana Kedokteran Termuda se-Indonesia 

Rekor itu berhasil mematahkan rekor yang dipegang kakak sulungnya. (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)

Tepuk tangan riuh mengiringi langkah mantapnya saat pembawa acara menyebut bahwa ia adalah lulusan sarjana kedokteran paling muda. Gadis kelahiran 31 Juli 1998 itu bernama Rafidah Helmi berusia 17 tahun 8 bulan.

Ia adalah wisudawan Unissula Semarang termuda sekaligus menjadi lulusan sarjana kedokteran termuda se-Indonesia. 

Bangku SD dilaluinya selama lima tahun karena masuk program akselerasi. Begitu juga ketika duduk di bangku SMP dan SMA.

Rafidah mampu menyelesaikannya masing-masing hanya dua tahun. Ia kemudian mendaftar ke Unissula dan menjadi mahasiswa pada usia 14 tahun.

Selengkapnya...

3. Nyi Ageng Serang, Panglima Sakti Perang Jawa 

Raden Ayu (Nyai Ageng) Serang, lukisan khayali Anyool Subroto. Diambil dari buku Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX hlm. 34.

 

Perempuan ningrat kelahiran Jepara ini mendobrak stigma perempuan Jawa yang lemah. Sebenarnya tak semua semua perempuan Jawa sesuai stigma tersebut. Dalam sejarahnya banyak perempuan-perempuan hebat. Salah satunya adalah Raden Ayu Serang. Siapakah dia? 

Raden Ayu Serang --lebih dikenal sebagai Nyi Ageng Serang-- dilahirkan di Desa Serang, 40 kilometer sebelah utara Surakarta dekat Purwodadi di pinggir Kali Serang sekitar tahun 1762. Nyi Ageng Serang adalah perempuan pejuang yang gigih berperang melawan penjajah di daerah Kulon Progo.

Dalam Perang Jawa, Nyi Ageng Serang ikut angkat senjata membantu putranya. Ia adalah ahli siasat dan strategi.

Nyi Ageng Serang dikabarkan menggunakan taktik kamuflase daun keladi atau daun lumbu yang wajib dibawa setiap prajurit dan rakyat yang ikut berperang.

Selengkapnya...

Loading