Perahu Terbalik, Daeng Jarre Arungi Laut Lepas Dengan Jeriken

Petugas berhasil mengevakuasi korban ke atas kapal patroli.

Diterbitkan 25 Desember 2015, 14:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Daeng Jarre berhasil lolos dari maut setelah perahunya terbalik di tengah laut. Nelayan itu berenang mengarungi laut lepas dengan bantuan dua jeriken plastik selama berjam-jam hingga dievakuasi.

Kisah perjuangan Daeng Jarre bertahan hidup itu berawal ketika ombak besar menggulung kapal lepa-lepa, sebutan untuk perahu kecil oleh nelayan di Kab Pangkajene Kepulauan (Pangkep), yang dinaiki Daeng Jarre. 

Lokasi insiden itu di perairan antara Pulau Camba Cambang dan Dermaga Maccinibaji, Pangkep, pada Kamis, 24 Desember 2015. Dengan peralatan keselamatan yang minim, Daeng Jarre tinggal menunggu tenggelam saja. 

Namun dia tidak patah semangat. Tangan Jarre langsung menyambar 2 jeriken plastik sesaat sebelum menceburkan diri ke laut. Jeriken itu digunakannya sebagai pelampung untuk membantunya berenang ke daratan.

Kapolres Pangkep AKBP Moh Hidayat kepada Liputan6.com mengatakan korban berhasil ditemukan saat personel Satuan Polair Polres Pangkep berpatroli di sekitar perairan Pulau Camba Cambang dengan Dermaga Maccinibaji yang berjarak 1,5 mil dari bibir pantai.

 

Baca Juga

  • Bulan Purnama 'Dingin' Langka Bakal Hiasi Natal Setelah 38 Tahun
  • Warga Irak Rayakan Maulid Nabi dan Natal di Tengah Kepungan ISIS
  • Densus 88 Tangkap WN Asing di Bekasi Terkait Terorisme



"Saat anggota melintas di perairan antara Pulau Camba Cambang dengan Dermaga Maccinibaji, anggota menemukan korban atas nama Daeng Jarre yang sedang berenang dengan menggunakan jeriken sebagai alat mengapung," ucap Hidayat, Jumat (25/12/2015).

Petugas berhasil mengevakuasi korban ke atas kapal patroli. Ia terlihat sangat kelelahan setelah beberapa jam mengapung di laut.

"Di situ, korban mengakui bahwa kapalnya berupa perahu lepa-lepa itu terbalik dan tenggelam," ujar Hidayat.

Setelah kondisi Jarre membaik, polisi membawanya ke Kantor Satuan Polair Pangkajene Kepulauan dan menghubungi keluarga korban yang berada di Pulau Sabutung, Desa Matiro Kanja, Kec Lk Tupabiring, Kab Pangkep, Sulsel.

"Sementara korban kami bawa ke Puskesmas Maccinibaji untuk mendapatkan perawatan medis," kata Hidayat.