Liputan6.com, Surabaya - Shasa, simpanse betina koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) ditemukan sudah tidak bernapas di kandangnya. Primata berusia 35 tahun itu merupakan satwa sumbangan dari Kebun Binatang Singapore.
Dia datang di KBS pada 18 Juli 1996 dan diperkirakan pada saat tersebut berumur 16-17 tahun. Shasa lahir dari alam liar Afrika dan kemudian disumbangkan ke Kebun Binatang Singapore.
‎Namun sayangnya, pada Jumat 14 Agustus 2015 kemarin, sekitar pukul 08.50 WIB, Kepala Departemen Kesehatan Satwa, Rahmat Suharta menemukan Shasa mati.
Staf Komunikasi Komunikasi KBS Ryan Adi Djauhari menceritakan awal mulanya, Shasa datang bersama Jono, simpanse jantan yang juga dari Kebun Binatang Singapore. Sejak saat itu Shasa dan Jono merupakan pasangan sejiwa dan tidak terpisahkan satu sama lain.
"Jono mati pada 21 Mei 2014 dengan penyebab utama karena Pneumonia dan diduga Shasa pun mengindap penyakit yang sama, selanjutnya langsung dilakukan pengobatan. Kehilangan Jono, merupakan pukulan terberat untuk Shasa dengan terlihat dalam berbagai perilaku," jelas Ryan saat dikonfirmasi Liputan6.com di Surabaya, Sabtu (15/8/2015).
Ryan menambahkan pihaknya sudah berusaha memasangkan Shasa dengan simpanse jantan lainnya, juga berasal dari Kebun Binatang Singapore, Idi. Tetapi kedua mamalia itu menolak.
"Kesehatan Shasa kembali turun sejak Desember 2014, terjadi gangguan syaraf yang mengakibatkan setengah badannya tidak dapat digerakkan dan lumpuh. Setelah dilakukan pengobatan sampai dengan Januari 2015 tidak terlihat perubahan kondisi," imbuh Ryan. Â
Februari 2015, tim medis melakukan pengobatan alternatif dengan menggunakan pengobatan herbal, selanjutnya ‎membuahkan hasil dengan kemajuan dari perubahan kondisi Shasa.
"Juni 2015, Shasa pulih dan mulai beraktivitas normal dan dosis pengobatan herbal diturunkan sampai dengan Juli 2015. Hasil pemeriksaan darah terakhir diambil pada Agustus menunjukkan kondisi kesehatan Shasa telah pulih," lanjut Ryan. Â
Hasil otopsi menunjukkan ditemukan flek-flek hitam di paru-paru dan terdapat indikasi radang paru-paru kronis serta radang ginjal. Peradangan pada rahim terlihat, tetapi kondisi ini ada korelasi dengan kondisi Shasa sedang menstruasi.
"Dampak psikologis akibat hilangnya pasangan hidup diduga berperan besar atas merosotnya kondisi kesehatan dan motivasi untuk hidup dari Shasa," tandas Ryan.
Pjs Direktur Utama PDTS KBS, Aschta Tajudin, menyatakan Shasa telah membagi hidup bersama keluarga besar KBS selama 19 tahun dalam segala warna dan kebahagiaan.
"Kami sangat berduka kehilangan sahabat simpanse, dan berharap Shasa dapat berkumpul kembali dengan Jono pada episode kehidupan selanjutnya. Terima kasih, Shasa, untuk mengijinkan kami berbagi hidup dan diberi kesempatan untuk mengenal dan merawatmu. Shasa tutup usia pada umur 36 tahun," pungkas Aschta. (Bob/Ali)
Hilang Semangat Hidup Ditinggal Pasangan, Sebab Simpanse KBS Mati
"Terima kasih, Shasa, untuk mengijinkan kami berbagi hidup dan diberi kesempatan untuk mengenal dan merawatmu," kata Aschta.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/938904/original/051873300_1438068857-drone-chimp.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
- Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
- Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1002076/original/075943500_1443350908-Harimau1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303600/original/004638000_1784654170-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_23.58.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569918/original/088336800_1777461195-1.jpg)