Sukses

Benarkah Tidur Usai Sahur Bisa Membahayakan Tubuh?

Liputan6.com, Jakarta - Di bulan puasa, biasanya tubuh menjadi mudah lelah dan mengantuk. Terutama saat memasuki pertengahan bulan seperti sekarang. Tidur menjadi lebih sering dilakukan saat menjalani ibadah puasa.

Tidur memang juga punya banyak manfaat, namun tidur terlalu banyak juga kurang baik. Selain bisa digunakan untuk beribadah, tidur di waktu-waktu tertentu ternyata justru membahayakan kesehatan.

Salah satu waktu yang dianjurkan untuk tidak tidur saat puasa adalah tidur selepas makan sahur. Tidur usai makan sahur ternyata sangat berdampak buruk bagi kesehatan kita.Apa alasannya?

Seperti dilansir dari laman dream.co.id dan SehatQ, Anda selalu disarankan untuk memberkan jeda antara waktu makan Anda dengan waktu tidur. Waktu jeda ini sebaiknya antara dua sampai tiga jam.

Fungsinya adalah memberikan waktu kepada tubuh Anda untuk mencerna makanan yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Tubuh perlu waktu untuk mencerna makanan Anda dengan baik di dalam lambung dan usus.Dengan memberikan jeda antara makan dan waktu tidur, akan membantu kita untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti heartburn dan insomnia.

Kalau Anda langsung tidur usai makan sahur atau setelah salah Subuh, maka yang terjadi adalah makanan yang sudah masuk ke lambung akan mengalami refluks atau naik ke esofagus.

2 dari 2 halaman

Cairan dan Makanan Kaya Serat

Hal ini berisiko mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD) atau heartburn akan meningkat.Karena itu, pastikan Anda menyiapkan jeda waktu antara waktu makan dan waktu tidur.

Selain itu, ahli kesehatan juga menyarankan agar kita mengonsumsi makanan sehat saat sahur. Kebutuhan cairan tubuh perlu kita penuhi supaya tubuh tidak mengalami dehidrasi selama berpuasa di bulan Ramadan.

Makanan kaya serat juga sangat direkomendasikan untuk menu sahur kita agar berdampak kenyang lebih lama dan pencernaan tetap sehat. Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur antara lain gandum, sereal, oat, roti gandum, buah-buahan, sayur-sayuran, pisang, alpukat, apel, brokoli dan wortel.

Selain makanan kaya serat, kita juga dianjurkan untuk mengonsumsi cukup protein untuk meminimalisir kehilangan massa otot saat puasa sekaligus mengurangi rasa lapar.