Sukses

Kebiasaan Puasa Rasulullah di Bulan Ramadan yang Perlu Diteladani

Liputan6.com, Jakarta Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam yang ada di dunia. Setiap kaum Muslimin melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya untuk mengharap ridho, kasih sayang, dan ampunan dari Allah SWT. Nah, sebagai umat Islam, tentu menginginkan untuk bisa melaksanakan ibadah puasa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.

Kebahagiaan tertinggi akan bisa diraih oleh seseorang saat dirinya mengikuti petunjuk Rasulullah secara lahir dan batin. Nah, saat melaksanakan ibadah yang satu ini, tentu terdapat aturan untuk menjalankannya. Untuk itu, ada juga cara puasa Rasulullah di bulan Ramadan yang perlu kamu teladani untuk mendapatkan nikmatnya berpuasa di bulan suci ini.

Berikut ini Liputan6.com, Jum’at (10/5/2019) telah merangkum dari berbagai sumber membahas seputra puasa Rasulullah di bulan Ramadan.

2 dari 3 halaman

Cara Puasa Rasulullah di Bulan Ramadan

1. Berniat untuk Puasa Sejak Malam

Diriwayatkan dari Hafsah, berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa Ramadan sejak malam, maka taka da puasa baginya.” (HR. Abu Dawud).

2. Diawali dengan Melakukan Sahur

Setiap akan melaksanakan puasa, Rasulullah SAW selalu makan sahur dengan mangakhirkannya atau menjelang datangnya waktu imsak.

3. Menyegerakan Buka Puasa dan Salat

Saat waktu berbuka tiba, Rasulullah SAW hany memakan tiga biji kurma dan segelas air putih. Kemudian Rasulullah segera berwudhu untuk mengerjakan shalat Maghrib secara berjamaah. Dari Abu ‘Athiyah RA, dia berkata, “Saya bersama Masruq datang kepada Aisyah RA.

Kemudian Masruq berkata kepadanya, “Ada dua sahabat Nabi Muhammad SAW yang masing-masing ingin mengejar kebaikan, dan salah seorang dari keduanya itu segera mengerjakan salat Magrib dan kemudian berbuka. Sedangkan yang seorang lainnya, berbuka dulu baru kemudian mengerjakan shalat Maghrib.”

Asiyah pun bertanya, “Siapakah yang segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka?” MAsruq menjawan, “Abdullah bin Mas’ud.” Kemudian Aisyah berkata, “Demikianlah yang diperbuat oleh Rasulullah SAW.” (HR. Muslim No 1242).

4. Memperbanyak Ibadah

Di bulan Ramadan, Rasulullah SAW senantiasa memperbanyak amalan, seperti salat malam, tadarus Alquran, dzikir, tasbih, dan juga sedekah.

5. Iktikaf

Saat memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadan, Rasulullah SAW meningkatkan aktivitas ibadahnya, terutama dengan iktikaf.

3 dari 3 halaman

Kebiasaan Puasa Rasulullah di Bulan Ramadan

Nah, bulan Ramadan ini merupakan bulan kesembilan dari kalender Hijriyah. Bulan ini menjadi sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Soalnya, di bulan inilah umat Islam di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh.

Di bulan ini juga, umat Islam berlomba-lomba mulai dari pagi, siang, dan malam untuk melaksanakan ibadah dan amal kebaikan seperti shalat, membaca Alquran, sedekah, mengaji, umrah, memberikan santunan kepada fikir-miskin, dan lain sebagainya.

Maka tidak heran, Ramadan ini adalah bulan dimana amal ibadah dilipatgandakan, pintu kebaikan dibuka seluas-luasnya, dosa-dosa diampuni, dan doa-doa diijabahi. Oleh karena itu, umat Islam tidak rela untuk melewatkan bulan Ramadan begitu saja.

Nah, di saat menjalankan ibadah puasa, lantas bagaimana dengan kebiasaan puasa Rasulullah di bulan Ramadan? Berikut beberapa kebiasaan puasa Rasulullah di bulan Ramadan yang perlu teladani.

1. Rasulullah tidak akan memulai puasa kecuali beliau sudah benar-benar melihat hilal atau berdasarkan berita dari orang yang bisa dipercaya tentang munculnya hilal atau dengan menyempurnakan bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh.

2. Rasulullah melarang umatnya untuk mengawali Ramadan dengan puasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali puasa yang sudah terbiasa dilakukan oleh seseorang tersebut. Oleh karena itu, Rasulullah melarang umatnya untuk berpuasa pada hari Syak, yaitu hari yang masih diragukan, apakah sudah tanggal satu Ramadan atau masih tanggal 30 Sya’ban.

3. Rasulullah berniat untuk melakukan puasa saat malam sebelum terbit fajar dan beliau menyuruh umatnya untuk melakukan hal yang sama. Hukum ini hanya berlaku untuk puasa-puasa wajib, tidah untuk puasa sunnah.

4. Puasa Rasulullah di bulan Ramadan tidak menghalangi beliau untuk sekedar memberikan kecupan manis kepada para istrinya. Beliau adalah orang yang paling kuat menahan nafsunya.

5. Rasulullah tidak meninggalkan siwak, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Hal ini berguna untuk membersihkan mulutnya dan upaya untuk meraih keridhaan Allah WST.

6. Rasulullah lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah pada bulan Ramadan bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Apalagi saat sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, guna untuk mencari lailatul qadr.

7. Puasa Rasulullah di bulan Ramadan juga diisi dengan tadarus. Tidak ada seorangpun yang sanggup menandingi kesungguh-sungguhan beliau dalam tadarus Alquran.

8. Rasulullah adalah seorang mujahid sejati. Ibadah puasa yang sedang dijalankan Rasulullah tidak menyurutkan semangat beliau untuk turun andil dalam berbagai peperangan. Dalam rentang waktu Sembilan tahun, beliau mengikuti enam pertempuran, semuanya terjadi pada bulan Ramadan.

Beliau juga melakukan berbagai kegiatan fisik pada bulan Ramadan, seperti penghancuran masjid dhirar, penghancuran berhala-berhala milik orang Arab, penyambutan duta-duta, penaklukan kota Makkah, bahkan pernikahn beliau dengan Hafshah.

Loading