Sukses

Bagaimana Islam Memandang Takbir Keliling?

Jakarta Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam bisa menyambut Idul Fitri. Terdapat banyak sunah dalam menyambut Hari Raya ini. Salah satunya mengisi malam Idul Fitri dengan takbir.

Takbir di malam Idul Fitri merupakan perwujudan rasa syukur setiap Muslim. Mereka mengagungkan nama Tuhannya usai melaksanakan ibadah Ramadan yang penuh hikmat.

Syeikh As Sa'di dalam kitab Tafsir Al Karim Ar Rahman menjelaskan setiap Muslim hendaknya bersyukur kepada Allah SWT ketika bulan telah sempurna. Syukur diwujudkan dengan takbir mulai hilal Syawal terlihat hingga khutbah Idul Fitri berakhir.

Di Indonesia, masyarakat mengenal tradisi takbir keliling. Ada yang menggelar pawai takbiran, ada juga yang menggunakan mobil untuk berkeliling kota.

Bagaimana praktik ini ditinjau dalam Islam?

Dikutip dari bincangsyariah.com, takbir keliling dijalankan untuk membangkitkan semangat dalam mengerjakan kebaikan. Apalagi di Hari Raya yang penuh keberkahan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghiasi malam Idul Fitri dengan memperbanyak takbir sebagai bukti cinta kepada Sang Pencipta.

" Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."

Dalam riwayat lain disebutkan demikian,

" Nabi SAW biasa keluar hendak sholat pada hari raya Idul Fitri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai sholat hendak dilaksanakan. Ketika sholat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir."

Dalam hadis ini, Rasulullah mengajarkan umat Islam untuk menggaungkan takbir guna mengagungkan nama Allah. Sehingga, bertakbir keliling merupakan wujud pelaksanaan sunah menghidupkan malam Hari Raya Idul Fitri.

Sumber: Dream.co.id

Artikel Selanjutnya
Seluruh Ashnaf Harus Terima Zakat?
Artikel Selanjutnya
Zakat Dibayar Cicil Tiap Bulan, Bolehkah?