Pendukung Ganjar-Mahfud Diminta Solid Menangkan Pilpres 2024

Wakil Ketua TPN Ganjar Presiden Amarsyah Purba mengajak semua pendukung pasangan capres dan cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD membulatkan tekad untuk meraih kemenangan pada Pilpres 2024. Salah satu yang harus diwaspadai adalah kecurangan.

Diperbarui 11 Desember 2023, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua TPN Ganjar Presiden Amarsyah Purba mengajak semua pendukung pasangan capres dan cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD membulatkan tekad untuk meraih kemenangan pada Pilpres 2024. Salah satu yang harus diwaspadai adalah kecurangan.

"Kita harus kompak, sama-sama kita bertekad, iktikad kita baik, niat kita baik, dikerjakan dengan cara yang baik tapi yang paling utama adalah kerja, kerja, dan kerja," kata Amarsyah.

Amarsyah mengajak semua pendukung untuk memastikan suara Ganjar-Mahfud tidak menjadi sasaran sabotase. "Kewajiban kita untuk menjaga suara Mas Ganjar dan Pak Mahfud tidak hilang, baik hilang karena disabotase, maupun hilang dalam perjalanan dari TPS ke KPU setempat," ujarnya.

Menurut Amarsyah pendukung bisa memanfaatkan handphone untuk menyimpan bukti jika menemukan kecurangan saat Pilpres. Dia mengatakan, kecurangan bisa dilawan dengan membangun kekompakan.

"Jadi sekali lagi yang penting itu adalah membangun kekompakan, menjalin informasi, jangan bekerja sendirian," kata Amarsyah.

Baca selengkapnya berita Ganjar Mahfud di ganjarmahfud03.id.

Survei Charta Politica Indonesia: Ganjar-Mahfud Ungguli Prabowo-Gibran dan Anies-Cak Imin

Pasangan bakal capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud Md unggul dari pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka serta Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Hal itu terekam dalam survei terbaru Charta Politika Indonesia yang dirilis pada Senin (6/11/2023).

Elektabilitas Ganjar-Mahfud mencapai 36,8 persen. Sementara Prabowo-Gibran 34,7 persen dan Anies-Muhaimin 24,3 persen. Respon yang tidak tahu atau tidak menjawab 4,3 persen.

"Ganjar Pranowo-Mahfud Md menjadi pilihan tertinggi responden," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya saat rilis survei secara daring.

Yunarto menilai, peningkatkan elektabilitas pada Ganjar Pranowo dipengaruhi dari kondisi politik terkini yaitu pencalonan Gibran dan keputusan MK terkait batas umur Capres-Cawapres yang dianggap menyalahi penyalahgunaan wewenang.

“Dari jumlah tersebut, 49.9 persen responden setuju bahwa hal tersebut merupakan penyalahgunaan wewenang untuk memudahkan putra Presiden Jokowi menjadi calon Wakil Presiden,” tutur dia.

Sementara, jika pertarungan dua pasang calon, Ganjar-Mahfud menghadapi Anies-Muhaimin, hasilnya unggul Ganjar-Mahfud. Pasangan yang diusung PDIP, PPP, Perindo dan Hanura itu mengantongi suara 45,5 persen. Sementara Anies-Muhaimin sebesar 34,4 persen. 20,1 persen responden belum menentukan pilihan.

Simulasi dua pasangan lainnya, Prabowo-Gibran unggul dari Anies-Muhaimin. Prabowo-Gibran mengantongi suara besar mencapai 50,3 persen. Sementara Anies-Muhaimin hanya 29 persen. Sebesar 20,7 persen responden belum menentukan pilihan.

Selain itu, Prabowo-Gibran justru unggul dari Ganjar-Mahfud. Prabowo mendapatkan suara 43,5 persen, Ganjar-Mahfud, 40,6 persen. Responden yang belum memilih sebanyak 15,9 persen.

"Pada simulasi dua pasang capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berada di atas Ganjar Pranowo-Mahfud MD," kata Yunarto.

Charta Politika menggelar survei tatap muka pada 25-31 Oktober 2023. Jumlah sampel diambil sebesar 2400 responden dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error 2 persen.

  • liputan6
    Pemilihan umum legislatif yang disingkat sebagai Pemilu tahun 2024 akan mulai dilaksanakan pada 14 Februari 2024.
    Pemilu 2024
  • Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah sejak Agustus 2013 yang bisa dianggap sebagai Gubernur Twitter-nya Indonesia
    Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah sejak Agustus 2013 yang bisa dianggap sebagai Gubernur Twitter-nya Indonesia
    Ganjar Pranowo
  • Politikus, ilmuwan, tokoh agama. Guru Besar Tata Negara UII, mantan anggota DPR, mantan Ketua Konstitusi,
    Politikus, ilmuwan, tokoh agama. Guru Besar Tata Negara UII, mantan anggota DPR, mantan Ketua Konstitusi,
    Mahfud MD