Toyota Pelajari Target TKDN 60 Persen Kendaraan Listrik

Pada periode 2027 hingga 2029, target TKDN kendaraan listrik naik menjadi 60 persen, dan meningkat lagi hingga 80 persen pada 2030

Diterbitkan 30 September 2026, 07:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah menetapkan road map atau peta jalan untuk kendaraan listrik nasional, yang mewajibkan pabrikan untuk terus meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara bertahap. Untuk tahun ini, batas minimal TKDN kendaraan listrik yang berhak menerima insentif adalah sebesar 40 persen.

Selanjutnya, pada periode 2027 hingga 2029, target TKDN naik menjadi 60 persen, dan meningkat lagi hingga 80 persen pada 2030.

Menanggapi hal tersebut, I Nyoman Winaya, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebutkan bahwa pihaknya masih terus melakukan kajian terkait target TKDN hingga 60 persen pada 2027.

"Kami masih terus melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain, serta melihat kesiapan dan berbagai aspek yang diperlukan untuk dapat memenuhinya," jelas Nyoman, saat ditemui di pabrik TMMIN, Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).

Sebelumnya, memang Kementerian Perindustrian (Kemenperin), bakal mengkaji program insentif kendaraan listrik berbasis TKDN.

Langkah ini, dimaksudkan agar investasi dari pabrikan tidak berhenti sebatas merakit mobil, melainkan juga menyasar pengembangan industri komponen di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa dirinya mendapat arahan untuk segera menghitung dan mempelajari program insentif yang dapat mendorong peningkatan TKDN kendaraan listrik.

"Beberapa hari yang lalu saya diperintahkan oleh Pak Luhut—ini untuk Pak Dirjen ya—coba kita mulai hitung dan pelajari pemberian program insentif yang berbasis penguatan nilai TKDN," jelas Agus beberapa waktu lalu.

Insentif TKDN Kendaraan Listrik

Agus mengatakan, semakin tinggi nilai TKDN yang diterapkan pada sebuah model kendaraan listrik, makin besar pula insentif atau perhatian yang akan diberikan oleh pemerintah.

"Jadi, semakin tinggi nilai TKDN, semakin perlu mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk persiapan-persiapan insentifnya," tegas Agus.