BMW dan Toyota Buktikan Mobil Bensin Masih Punya Masa Depan

BMW dan Toyota bersama Bosch serta Repsol memulai program uji coba penggunaan 100 persen bensin terbarukan (renewable gasoline) di Spanyol.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 08:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BMW dan Toyota memulai program uji coba penggunaan 100 persen bensin terbarukan (renewable gasoline) di Spanyol bersama Bosch dan Repsol. Proyek percontohan ini bertujuan membuktikan bahwa mobil bermesin bensin dapat menekan emisi karbon tanpa perlu modifikasi mesin maupun pembangunan infrastruktur pengisian bahan bakar baru.

Dikutip dari Carscoops, Sabtu (18/7/2026), sekitar 20 unit kendaraan BMW dan Toyota akan menggunakan Repsol Nexa 95, bensin terbarukan yang didistribusikan melalui jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Repsol di Spanyol.

Dalam proyek ini, Bosch turut menghadirkan teknologi Digital Fuel Twin. Sistem digital tersebut berfungsi melacak distribusi hingga penggunaan bahan bakar, sehingga dapat memastikan kendaraan benar-benar menggunakan bensin terbarukan yang telah tersertifikasi.

Program uji coba ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, membuktikan bahwa bensin terbarukan dapat didistribusikan melalui jaringan SPBU yang sudah ada tanpa memerlukan pembangunan infrastruktur baru.

Kedua, menguji efektivitas sistem sertifikasi digital Bosch dalam memantau penggunaan bahan bakar terbarukan secara akurat. Ketiga, membuktikan bahwa mobil bensin yang saat ini beredar di jalan dapat langsung menggunakan bahan bakar tersebut tanpa perlu perubahan pada mesin.

Berbeda dengan bensin konvensional yang berasal dari minyak bumi, bensin terbarukan diproduksi menggunakan bahan baku yang dapat diperbarui, seperti minyak goreng bekas, limbah pertanian, hingga residu organik lainnya.

Meski berasal dari sumber berbeda, bahan bakar ini memiliki karakteristik kimia yang serupa dengan bensin konvensional. Dengan demikian, bensin terbarukan dapat langsung digunakan pada mesin pembakaran internal yang sudah ada tanpa memerlukan modifikasi.

Spanyol dipilih sebagai lokasi pengujian karena Repsol telah memiliki jaringan SPBU yang menyediakan 100 persen bensin terbarukan bagi masyarakat. Kehadiran infrastruktur tersebut memungkinkan pengujian dilakukan dalam kondisi penggunaan sehari-hari sehingga hasilnya dinilai lebih representatif.

 

Hasil Uji Coba Bakal Diserahkan kepada Regulator Uni Eropa

Program ini berlangsung di tengah kebijakan Uni Eropa yang berencana menghentikan penjualan mobil bermesin pembakaran internal mulai 2035.

Meski demikian, para pembuat kebijakan masih membahas kemungkinan memberikan pengecualian bagi kendaraan yang menggunakan bahan bakar netral karbon.

BMW selama ini menilai transisi menuju mobilitas rendah emisi tidak seharusnya hanya mengandalkan kendaraan listrik.

Menurut pabrikan asal Jerman tersebut, bahan bakar rendah emisi juga dapat menjadi bagian dari solusi untuk menekan emisi karbon dari jutaan kendaraan bermesin pembakaran internal yang masih beroperasi.

Toyota memiliki pandangan serupa. Produsen otomotif asal Jepang itu menilai bahan bakar terbarukan dapat menjadi solusi pelengkap untuk mencapai target netral karbon, terutama di negara-negara yang adopsi kendaraan listriknya masih belum merata.

Melalui proyek ini, BMW, Toyota, Bosch, dan Repsol berencana menyerahkan hasil uji coba kepada regulator Uni Eropa sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan otomotif di masa depan.

Keempat perusahaan berharap kendaraan yang menggunakan 100 persen bensin terbarukan dapat diakui sebagai salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal.