Penjualan Toyota Merosot Lagi Lantaran Dua Pasar Ini Lesu

Toyota kembali mencatatkan penurunan penjualan di global pada April 2026, sekaligus menjadi bulan ketiga berturut-turut dengan hasil negatif

Diterbitkan 02 Juni 2026, 06:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toyota kembali mencatatkan penurunan penjualan di global pada April 2026, sekaligus menjadi bulan ketiga berturut-turut dengan hasil negatif. Kondisi tersebut, menunjukan bahwa jenama asal Jepang ini, tengah menghadapi tantangan di sejumlah pasar utama.

Disitat dari JustAuto, dan berdasarkan data perusahaan, penjualan kendaraan global Toyota pada April 2026 turun 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 849.306 unit.

Penjualan di luar Jepang juga melemah cukup signifikan, yakni turun 7,5 persen menjadi sekitar 699.382 unit.

Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya permintaan di China, dan kawasan Timur Tengah.

Dua wilayah tersebut menjadi faktor utama yang menekan performa Toyota secara keseluruhan, meskipun pasar domestik menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan produksi kendaraan mulai membaik.

Secara terpisah, Toyota juga melaporkan bahwa total penjualan global yang mencakup merek anak usaha seperti Daihatsu mengalami penurunan 3,7 persen menjadi 902.015 unit pada April 2026.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa perlambatan tidak hanya terjadi pada merek utama Toyota, tetapi juga berdampak pada grup perusahaan secara keseluruhan.

Persaingan yang semakin ketat di China disebut menjadi salah satu tantangan terbesar.

Pasar otomotif Negeri Tirai Bambu, saat ini tengah dibanjiri berbagai merek lokal, khususnya kendaraan elektrifikasi yang menawarkan teknologi dan harga kompetitif.

Situasi tersebut membuat sejumlah produsen global, termasuk Toyota, harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Tantangan Kondisi Geopolitik 

Di sisi lain, kondisi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi di Timur Tengah turut memengaruhi permintaan kendaraan.

Kombinasi faktor tersebut, membuat penjualan Toyota di kawasan tersebut mengalami penurunan tajam, sehingga menggerus kontribusi pasar internasional terhadap total penjualan perusahaan.

Meski demikian, Toyota masih melihat adanya peluang pemulihan dari peningkatan produksi, dan membaiknya permintaan di beberapa negara.

Namun, tekanan dari kompetisi kendaraan listrik, perlambatan ekonomi global, serta perubahan preferensi konsumen diperkirakan masih akan menjadi tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam beberapa bulan mendatang.