Produksi Mobil Thailand Sentuh Titik Terendah dalam Lima Tahun

Penurunan tersebut dipengaruhi terganggunya aktivitas ekspor akibat konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga energi global

Diterbitkan 29 Mei 2026, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produksi mobil di Thailand mengalami penurunan dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir pada April 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi terganggunya aktivitas ekspor akibat konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga energi global.

Berdasarkan data Federasi Industri Thailand (FTI), produksi kendaraan di Negeri Gajah Putih pada April 2026 tercatat sebanyak 103.794 unit. Angka tersebut turun 0,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Padahal, pada Maret 2026 lalu industri otomotif Thailand sempat menunjukkan tren positif dengan kenaikan produksi sebesar 2,69 persen secara tahunan.

Disitat dari Economictimes, pelemahan produksi kendaraan Thailand kali ini tidak hanya dipicu kondisi geopolitik global, tetapi juga tekanan biaya operasional yang meningkat akibat harga energi yang lebih tinggi.

Meski produksi dan ekspor mengalami tekanan, penjualan mobil domestik di Thailand justru masih mencatatkan pertumbuhan positif.

FTI melaporkan penjualan kendaraan di pasar lokal naik 2,54 persen. Peningkatan ini didorong tingginya permintaan dari ajang Bangkok Motor Show yang membukukan pemesanan hingga 48.394 unit.

Capaian tersebut menunjukkan minat konsumen Thailand terhadap kendaraan baru masih cukup kuat, terutama setelah berbagai merek menghadirkan model elektrifikasi dan promo penjualan selama pameran berlangsung.

Selain produksi, sektor ekspor kendaraan Thailand juga mengalami penurunan. Pada April 2026, ekspor mobil Thailand turun 8,43 persen menjadi 60.190 unit.

 

 

Faktor Penyebab

Penurunan ekspor ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan total produksi otomotif Thailand. Sebab, negara tersebut selama ini dikenal sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan terbesar di Asia Tenggara.

Thailand menjadi pusat manufaktur bagi sejumlah produsen otomotif global seperti Toyota, Honda, hingga merek asal Tiongkok seperti BYD dan Great Wall Motors.

Dalam beberapa tahun terakhir, pabrikan asal China tersebut terus memperluas investasi di Thailand untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor regional.

Thailand selama ini bersaing ketat dengan Indonesia sebagai pusat industri otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara sama-sama menjadi basis produksi penting bagi berbagai merek global.

Namun, tekanan ekonomi global, konflik geopolitik, hingga perlambatan ekspor kini menjadi tantangan serius bagi industri otomotif regional, termasuk Thailand.

Meski demikian, FTI tetap optimistis terhadap prospek industri otomotif nasional mereka sepanjang 2026. Federasi tersebut memperkirakan produksi mobil Thailand masih dapat tumbuh sekitar 3 persen menjadi 1,5 juta unit tahun ini.

Sebelumnya, produksi kendaraan Thailand pada 2025 tercatat turun 0,9 persen menjadi 1,455 juta unit.