Efisiensi Besar-besaran, BYD PHK 100 Ribu Karyawan

BYD dilaporkan memangkas sekitar 100 ribu tenaga kerjanya, atau setara 10 persen dari total karyawan jenama asal China tersebut.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 19:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BYD dilaporkan memangkas sekitar 100 ribu tenaga kerjanya, atau setara 10 persen dari total karyawan jenama asal China tersebut. langkah ini, disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan, yang tengah menghadapi perubahan arah pertumbuhan di pasar mobil listrik.

Disitat dari Carnewschina, pengurangan tenaga kerja ini terjadi di tengah tekanan industri yang semakin besar. BYD, yang sebelumnya agresif memperluas bisnis, kini mulai melakukan efisiensi untuk menjaga daya saing.

Data terbaru menunjukkan jumlah karyawan perusahaan turun lebih dari 10 persen menjadi sekitar 870 ribu orang, dan menandai penurunan pertama dalam sejarah perusahaan.

Langkah tersebut tidak lepas dari kondisi pasar kendaraan listrik di China yang semakin ketat. Persaingan harga yang intens, penurunan permintaan domestik, serta berkurangnya margin keuntungan membuat produsen harus memutar strategi.

Bahkan, laba tahunan BYD dilaporkan turun 19 persen, menjadi sinyal bahwa tekanan industri semakin nyata.

Di sisi lain, medan pertempuran industri mobil listrik kini mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus utama ada pada penjualan unit kendaraan, kini persaingan beralih ke aspek teknologi dan infrastruktur, seperti pengisian daya cepat hingga sistem penukaran baterai.

Pergeseran ini memaksa produsen untuk berinvestasi besar dalam inovasi, bukan sekadar produksi massal.

Fokus BYD Bergeser

BYD sendiri disebut akan lebih fokus kepada ekspansi global serta pengembangan teknologi baru untuk menjaga pertumbuhan. Strategi ini dinilai penting mengingat pasar domestik China mulai jenuh dan kompetisi semakin sengit dari pemain lain seperti Geely dan Xpeng.

Meski melakukan efisiensi besar-besaran, langkah BYD justru mencerminkan perubahan fase industri kendaraan listrik secara global.

Pertumbuhan tidak lagi hanya ditentukan oleh volume penjualan, tetapi juga oleh kemampuan produsen dalam menghadirkan teknologi canggih dan ekosistem pendukung yang lebih matang.