Komunitas Otomotif Mulai Terpapar Padel, Ini Buktinya

Padel, olahraga yang menggabungkan elemen tenis dan squash ini kini mulai digemari oleh berbagai kalangan, tak terkecuali para penggiat otomotif.

Diterbitkan 11 Januari 2026, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren olahraga padel di Indonesia semakin menunjukkan geliatnya. Olahraga yang menggabungkan elemen tenis dan squash ini kini mulai digemari oleh berbagai kalangan, tak terkecuali para penggiat otomotif.

Untuk merayakan tumbuhnya minat terhadap olahraga ini, Padel Lots Society (PLS), sebuah komunitas padel yang menyatukan semangat olahraga, gaya hidup sehat, dan jejaring komunitas otomotif, sukses menggelar Mini Tournament Padel Lots Society di The Grand Padel Pulomas, Jakarta Timur, pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Turnamen perdana ini diikuti oleh 32 pemain yang terbagi dalam 16 pasangan dan 4 grup. Tidak hanya sekadar kompetisi, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas komunitas, khususnya bagi para penggemar otomotif yang kini menjadikan padel sebagai olahraga pilihan mereka. Bahkan, sebagian besar peserta merupakan anggota dari komunitas otomotif yang sudah lebih dulu aktif di dunia mobil.

Ivan Hamzah, Owner & Founder Padel Lots Society, mengungkapkan bahwa ide pembentukan PLS berawal dari pengalamannya membangun komunitas otomotif ‘LOTSAUTOCARS’ di bawah payung LOTS (Luminous Rent of Toys) yang telah aktif sejak 2020.

Menurut Ivan, kehadiran komunitas otomotif di venue-venue padel memberi inspirasi untuk mewadahi semangat olahraga dan jejaring sosial dalam satu komunitas.

“Kami melihat padel ini bukan hanya olahraga yang sedang populer, tapi juga ruang yang sangat kuat untuk membangun silaturahmi. Saat saya datang ke berbagai venue padel, ternyata banyak teman-teman otomotif yang bermain. Dari situ kami berpikir, kenapa tidak kita wadahi sekalian dalam satu komunitas,” ujar Ivan.

Padel Lots Society dirancang untuk menjadi komunitas yang inklusif dan berkelanjutan, membuka peluang bagi siapa saja, baik yang baru pertama kali mencoba padel maupun yang sudah berpengalaman.

Salah satu fasilitas utama yang ditawarkan PLS adalah keberadaan The Grand Padel Pulomas, yang menjadi homebase PLS di Jakarta.

PLS tidak hanya fokus pada penyelenggaraan turnamen, namun juga memberikan berbagai fasilitas bagi anggotanya. Setiap anggota PLS akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi main bareng (mabar) secara rutin setiap minggu, selama tiga jam.

Bagi anggota yang ingin lebih serius dalam meningkatkan kemampuan bermain, terdapat sesi coaching profesional selama satu jam. Bahkan bagi pemula yang belum memiliki dasar bermain padel, PLS menyediakan coaching dari awal.

“Kami ingin padel ini bisa dinikmati semua level. Yang belum punya basic akan kami fasilitasi coaching dari nol, sementara yang sudah punya pengalaman bisa terus meningkatkan performanya,” tambah Ivan.

PLS juga memberikan kesempatan bagi pemain dengan potensi besar untuk berkompetisi di turnamen-turnamen resmi tanpa biaya registrasi.

Mereka bahkan akan mendapatkan dukungan perlengkapan seperti raket, sepatu, hingga tas. Dengan cara ini, PLS berharap dapat membuka jalan bagi talenta-talenta baru dalam dunia padel.

PLS saat ini telah memiliki sekitar 21 anggota terdaftar sejak diluncurkan. Namun, ke depan komunitas ini menargetkan untuk memiliki hingga 300 anggota pada tahun 2026.

Target ini seiring dengan rencana untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas otomotif, mengadakan meetup, hingga penyelenggaraan kontes mobil yang terintegrasi dengan kegiatan olahraga.

Mempererat Hubungan Sosial

Ivan berharap PLS dapat memberikan wadah positif yang tidak hanya mempromosikan olahraga, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar komunitas.

"Harapannya sederhana, kami ingin menyediakan wadah positif. Olahraga jalan, networking dapat, komunitas tumbuh. Ini investasi jangka panjang untuk kesehatan dan relasi," tutup Ivan.

Senada dengan visi Ivan, Annisa Eka, Owner Padel Lots Society, juga menegaskan bahwa PLS dirancang untuk menjadi komunitas yang inklusif, tidak hanya untuk kalangan pria, tetapi juga memberi ruang bagi perempuan.

Annisa mengungkapkan bahwa padel adalah olahraga yang menyenangkan dan sosial, yang bisa dinikmati oleh siapa saja, tak terkecuali perempuan yang ingin berolahraga atau meningkatkan level permainannya.

“Padel itu fun, sosial, dan bisa dimainkan siapa saja. Kami ingin PLS menjadi komunitas yang ramah untuk semua, termasuk perempuan yang ingin mulai berolahraga atau meningkatkan level permainannya. Bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal kebersamaan dan gaya hidup sehat,” tambah Annisa.

Dengan berbagai program keanggotaan yang ditawarkan, PLS ingin memastikan setiap anggotanya merasa terlibat dan berkembang dalam komunitas ini.

Fasilitas seperti sesi main bareng (mabar) dan coaching profesional diharapkan bisa mendukung anggota untuk terus mengasah kemampuan dan menjaga gaya hidup sehat.