Lima Cara Merawat Baterai Kendaraan Listrik Biar Tetap Awet

Baterai pada kendaraan listrik merupakan salah satu komponen yang penting. Pasalnya, komponen tersebut menentukan performa, jarak tempuh, hingga nilai jual kendaraan.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 10:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Baterai pada kendaraan listrik merupakan salah satu komponen yang penting. Pasalnya, baterai pada kendaraan listrik menentukan performa, jarak tempuh, hingga nilai jual. 

Namun, masih banyak pemilik kendaraan listrik menganggap baterai sebagai komponen bebas perawatan, selama indikator masih menunjukkan angka aman.

Padahal, kebiasaan cara pengisian daya hingga cara berkendara berpengaruh terhadap usia dan kesehatan baterai kendaraan listrik. 

Perawatan baterai kendaraan listrik sejatinya tidak begitu rumit. Kenyataannya, ada cara untuk merawat baterai kendaraan listrik agar kondisinya awet dan tahan  lama. 

Dilansir dari laman Nissan, Berikut adalah tips perawatan baterai kendaraan listrik yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

1. Parkir Kendaraan Listrik di Tempat Teduh

Suhu panas nyatanya menjadi salah satu hal yang berpengaruh terhadap kondisi baterai kendaraan listrik.

Performa baterai yang terekspos suhu terlalu panas dan tersorot sinar matahari langsung dapat berkurang dan dayanya akan cepat habis. 

Hal tersebut dikarenakan sistem termal pada unit baterai kendaraan listrik akan bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan suhu. 

Dengan memarkirkan kendaraan listrik di tempat teduh dan terlepas dari sinar matahari langsung, maka dapat memanjangkan usia baterai lebih lama dan menjaga performanya tetap stabil. 

2. Pilih waktu yang Pas Untuk Isi Baterai

Agar baterai kendaraan listrik tetap awet, pastikan persentase dayanya tetap berada di atas angka 20 persen. Jangan biarkan baterai kendaraan listrik memiliki daya di bawah persentase tersebut. 

Pasalnya, baterai dengan daya di bawah 20 persen menyebabkan penurunan tegangan yang berpotensi mengurangi kapasitas serta usia baterai.

Waktu yang ideal untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik adalah setiap dua hari sekali. 

Rentang waktu ini akan mencegah penurunan tegangan energi dan kapasitas baterai yang disebabkan oleh overcharging. Dengan demikian, baterai Anda akan lebih awet.

3. Jangan Isi Baterai sampai Full 100 Persen

Kebiasaan yang dapat memperpendek usia baterai kendaraan listrik adalah dengan mengisi daya hingga penuh 100 persen.

Pasalnya, hal tersebut akan melewati charging cycle maksimum unit baterai kendaraan, sehingga kapasitasnya akan berkurang banyak.

Akibatnya, risiko lebih sering kehabisan daya di tengah jalan dalam waktu yang lebih singkat juga meningkat. 

Idealnya, mengisi baterai kendaraan listrik adalah berada di angka 80 hingga 90m persen. 

Pakai Charger Resmi untuk Mengisi Daya Baterai Kendaraan Listrik

Selain itu, menggunakan metode slow charging dan charger resmi kendaraan listrik untuk mengisi daya juga berpengaruh terhadap usia baterai. 

4. Biasakan Slow Charging

Perlu diketahui metode pengisian daya baterai dengan fast charging dan ultra charging mengalirkan arus listrik lebih tinggi.

Apabila kendaraan listrik menerima hal tersebut secara terus-menerus, maka performa selnya akan berkurang. 

Maka, biasakanlah mengisi daya dengan menggunakan slow charging. Meski dinilai lebih lama, akan tetapi dapat meminimalisir usia baterai menjadi pendek. 

5. Pakai Charger Resmi

Jangan sekali-sekali menggunakan charger pihak ketiga dalam mengisi daya kendaraan listrik. Meski harganya dinilai lebih murah, hal tersebut dapat meminimalisir kecacatan pada pompa charger. 

Penggunaan perangkat resmi akan mengurangi risiko yang diakibatkan oleh kecacatan pada pompa serta kabel charger, di antaranya mesin korsleting dan bahkan kebakaran. Untuk melindungi diri Anda, hindari perangkat charging yang tidak abal-abal. 

Itulah berbagai tips agar baterai mobil listrik dapat tetap awet dan terhindar dari kecacatan performa. Hal tersebut guna menjaga kendaraan listrik pengemudi dapat mempertahankan performanya dan tidak  terjadi kerusakan di masa yang akan datang.