Akselarasi Pasar, BYD Siapkan 300 Stasiun Pengisian Cepat di Afrika Selatan

BYD mengungkapkan rencana ambisiusnya, untuk membangun hingga 300 stasiun pengisian cepat di Afrika Selatan, pada akhir 2026

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BYD mengungkapkan rencana ambisiusnya, untuk membangun hingga 300 stasiun pengisian cepat di Afrika Selatan, pada akhir 2026. Langkah ini, dilakukan sebagai bagian dari strategi ekspansi global pabrikan asal China tersebut.

Stella Li, Wakil Presiden Eksekutif BYD mengatakan, pengembangan jaringan diler BYD di Afrika Selatan masih berada di tahap awal.

Perusahaan Negeri Tirai Bambu ini, sejatinya sudah masuk ke pasar mobil penumpang negara tersebut pada 2023, dengan peluncuran Atto 3.

Disitat dari cnEVpost, saat ini, BYD sudah menawarkan tujuh model di Afrika Selatan, yang terdiri dari lima mobil listrik dan dua model hibrida.

Tidak hanya soal stasiun pengisian baterai, BYD juga tengah memperluas jaringan dealer.

Pada pertengahan tahun lalu, General Manager BYD Afrika Selatan Steve Chang mengungkapkan bahwa BYD bertujuan memiliki sekitar 20 dealer pada akhir 2025.

Selanjutnya, perusahaan menargetkan jumlah dealer meningkat menjadi 30 hingga 35 pada 2026.

Model-mobil yang dipasarkan antara lain Sealion 7 SUV, Seal sedan, Dolphin compact car, Dolphin Surf compact car, Atto 3 SUV, ditambah dua model hibrida yakni Shark 6 pickup truck dan Sealion 6 SUV.

BYD juga menyebut bahwa beberapa eksekutif, termasuk Stella Li dan Chairman & Presiden Wang Chuanfu, sedang melakukan kunjungan ke Afrika Selatan.

Rencana pembangunan 300 stasiun pengisian cepat ini menjadi langkah penting bagi BYD, dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Afrika Selatan.

Dengan demikian, perusahaan berharap dapat meningkatkan adopsi kendaraan listrik serta mendukung infrastruktur pendukungnya di negara tersebut.

Biaya Produksi Murah, BYD Pertimbangkan Pabrik Ketiga Eropa di Spanyol

BYD sedang mempertimbangkan untuk mendirikan pabrik mobil Eropa ketiga di Spanyol, untuk melayani pasar domestik. Hal tersebut, berdasarkan laporan dari dua sumber, seperti disitat dari cnEVpost, Rabu (15/10/2025).

BYD sendiri, lebih menyukai Spanyol karena biaya produksinya relatif rendah, dan jaringan energi bersih.

Selain itu, pembuatan kendaraan energi baru (NEV) China, tengah membangun pabrik kendaraan penumpang di Hungaria yang akan mulai berproduksi akhir tahun ini.

Sebelumnya, pada Juli tahun lalu, BYD menandatangai perjajian kerja sama investasi dengan pemerintah Turki, untuk membangun basis produksi NEV dengan investasi sekitar US$ 1 miliar yang dijadwalkan akan mulai berproduksi pada akhir 2026.

BYD bermaksud memproduksi secara lokal semua kendaraan listrik (EV), yang dijual di Eropa dalam waktu tiga tahun, yang akan membantunya menghindari tarif Uni Eropa (UE).

Alberto De Aza, Manajer Regional BYD untuk Spanyol dan Portugal mengatakan, pada bulan lalu bahwa Spanyol akan menjadi lokasi yang ideal untuk memperluas operasi manufaktur Eropa karena infrastruktur industrinya dan listrik berbiaya rendah.