Harga Mobil Listrik Bekas Tesla Lebih Anjlok Dibanding Merek Lain, Ini Penyebabnya

Tesla menjadi salah satu merek mobil listrik paling laris di Amerika Serikat (AS). Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan harga jual mobil bekas dari pabrikan asal Negeri Paman Sam tersebut

Diterbitkan 01 Januari 2023, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tesla menjadi salah satu merek mobil listrik paling laris di Amerika Serikat (AS). Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan harga jual mobil bekas dari pabrikan asal Negeri Paman Sam tersebut.

Berdasarkan data industri dari Edmunds, harga rata-rata Tesla bekas tercatat mengalami penurunan sekitar 17 persen atau dari US$67.297 pada Juli 2022, menjadi US$55.754 pada November 2022. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding penurunan harga mobil listrik bekas dari merek lain sebesar 4 persen pada periode yang sama.

Selain itu, mobil bekas Tesla juga tersimpan di diler mobil bekas lebih lama dibanding merek lain, dengan rata-rata 50 hari dibanding 38 hari pada periode November 2022.

Disitat Carscoops, merosotnya harga jual kembali mobil listrik Tesla ini, karena selama dua tahun terakhir, perusahaan milik Elon Musk ini menaikan harga jual mobilnya lebih cepat dari pada pembuat mobil lain.

Dengan begitu, ada efek gelembung harga untuk Tesla bekas, karena pemiliknya menjual kendaraannya untuk mendapatkan keuntungan saat pengiriman.

Saat ini, pelonggaran harga bahan bakar, kenaikan suku bungan, peningkatan hasil produksi Tesla, dan meningaktnya persaingan kendaraan listrik mengubah keseimbangan antara penawaran dan permintaan yang menyebabkan penurunan harga Tesla bekas. Akibatnya, pembuat mobil menyesuaikan diri dengan standar baru, yaitu menawarkan diskon mobil baru sebesar US$7.500 untuk Model 3 dan Model Y yang akan dikirimkan sebelum akhir 2022 lalu.

Penurunan harga

"Anda tidak dapat menjual Tesla Anda saat ini dengan lebih banyak uang dari pada yang Anda bayarkan, yang benar selama dua tahun terakhir. Itu akan mengurangi permintaan Tesla baru," ujar Karl Brauer, Analis Eksekutif iSeeCars.

Untuk diketahui, Elon Musk sendiri mengakui bahwa Tesla sedang mempertimbangkan untuk menurunkan harga mobil baru untuk mempertahankan pertumbuhan volume, yang akan menghasilkan margin keuntungan yang lebih rendah.