Sukses

Isi Bensin dengan Oktan Lebih Rendah Bisa Rusak Mesin, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Mengisi bahan bakar atau bensin yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan marupakan hal yang wajib. Jangan sampai, karena bertujuan untuk menghemat pengeluaran, lalu menggunakan bensin dengan oktan yang lebih rendah dibanding rekomendasi dari pabrikan.

Pasalnya, hal tersebut tentu saja bakal berpengaruh terhadap mesin dan performa mobil kesayangan.

Melansir laman resmi Hyundai Indonesia, sebelumnya pemilik mobil harus mengetahui mengapa nilai oktan bisa berbeda. Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar akan semakin sulit terbakar dan menghasilkan ledakan pada mesin.

Hal ini sangat krusial bagi mesin modern dengan kompresi tinggi dan engine timing yang presisi. Jika menggunakan nilai oktan yang lebih rendah dari spesifikasi mesin, maka bahan bakar akan meledak dan terbakar secara prematur. Alhasil tenaga jadi lebih rendah, mesin ngelitik dan konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

Terkadang kondisi yang memaksa kita untuk mengisi bahan bakar yang tidak sesuai seperti ketidak tersediaan jenis bahan bakar yang ada ketika sedang berada di daerah yang cukup terpencil. Hal tersebut boleh dilakukan sesekali karena komputer mesin bisa mendeteksi kualitas bahan bakar dan mengatur 7 pada mesin.

2 dari 3 halaman

Dilakukan terus-menerus

Namun bila dilakukan terus menerus dengan sengaja, kebiasaan ini akan merusak mesin. Jangka pendeknya bisa saja tidak terasa jika terus mengisi jenis BBM dengan kadar oktan yang lebih rendah.

Untuk jangka panjang, kebiasaan yang dianggap menghemat uang ini akan menguras dompet.

Tak tanggung-tanggung, internal mesin bisa rusak dan perlu melakukan turun mesin. Kerusakannya bisa ringan seperti busi yang cepat habis hingga kerusakan besar seperti piston yang rusak dan katup yang rusak.

3 dari 3 halaman

Isi BBM oktan tinggi

Lalu apa yang terjadi bila mengisi bahan bakar yang nilai oktannya di atas rekomendasi?

Jawabannya adalah tidak akan terjadi apa-apa. Performa mesin tidak akan berubah menggunakan bahan bakar beroktan tinggi kecuali mesin memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi. 

Untuk mesin yang direkomendasikan menggunakan BBM beroktan 91, tidak perlu diisi bahan bakar beroktan 95. Pembakaran sama saja optimalnya dan performanya akan sama saja.

Hal ini hanya menambah pengeluaran saat pengisian bahan bakar. Agar lebih yakin, sebaiknya melihat informasi (berupa stiker) dibalik tutup tangki bahan bakar dan manual book (buku manual petunjuk kendaraan). Ingat, selalu isi kendaraan dengan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan.