Sukses

Alasan Volvo Tak Patenkan Fitur Sabuk Pengaman Ciptaannya

Liputan6.com, Jakarta - Mobil yang beredar saat ini, pastinya dilengkapi dengan sabuk pengaman atau seat belt. Bahkan, fitur tersebut menjadi salah satu standar keselamatan yang wajib ada untuk kendaraan roda empat yang beredar di jalanan.

Namun, tahukah Anda jika sabuk pengaman tiga titik, yang banyak digunakan di mobil, diciptakan oleh Volvo dan semua pabrikan mobil seharusnya berterima kasih kepada pabrikan asal Swedia.

Pasalnya, insinyur merekalah yang menciptakan perangkat keselamatan standar ini. Nils Bohlin membuat sabuk pengaman tiga titik pada 1959. Sebelum itu, sabuk pengaman hanya ada dua titik, dan justru lebih sering membahayakan daripada menyelamatkan orang.

Bohlin adalah mantan insinyur penerbangan Saab. Dia menemukan sabuk pengaman yang lebih baik karena selain "mengunci" bagian tubuh, tapi juga pangkuan (pinggang).

Desain ini pertama kali diluncurkan di negeri asalnya, Swedia, pada model Volvo Amazon dan Volvo PV544.

Laman Jalopnik menyebutkan, ini adalah penemuan yang revolusioner. Dan yang paling penting, sebetulnya ia bisa menghasilkan banyak uang melalui paten.

2 dari 2 halaman

Setiap produsen gratis

Di sinilah yang menarik. Volvo memutuskan untuk tidak melakukan itu. Mereka tidak membuatkan paten untuk sabuk pengaman tiga titik.

Implikasinya, setiap produsen mobil bisa mengaplikasikannya tanpa perlu membayar sepeserpun ke Volvo.

Mereka memutuskan bahwa penemuan ini begitu penting. Namun nilainya lebih berharga jika ia digratiskan, ketimbang harus diberikan paten.

"Keputusan untuk melepaskan paten sabuk pengaman tiga titik itu visioner dan sesuai dengan prinsip keselamatan Volvo," pungkas Managing Director Volvo, Alan Dessell.