Sukses

Kilas Balik Esemka di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Esemka kembali menjadi topik hangat karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi rencananya akan hadir pada Launching Produk dan Fasilitas Produksi PT. Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Sudah lama menjadi perbincangan, Esemka merupakan gagasan pemilik bengkel Kiat Motor Sukiyat. Berawal dari membantu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), keinginannya menghadirkan mobil karya anak bangsa penuh drama dan lika-liku.

Pernah melembungkan nama Jokowi ketika masih menjabat sebagai Walikota Surakarta pada 2012, nama Esemka kembali redup.

Lama tak terdengar kabarnya, PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), perusahaan gabungan antara PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), sebagai produsen Esemka mendapat izin produksi pada 2016.

Februari 2017, beredar kabar bahwa Esemka akan diluncurkan bersamaan dengan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Saat itu, Managing Director PT ACEH, Hosea Sanjaya, mengungkapkan sedang melakukan berbagai persiapan.

"Sekarang masih Februari, sebelum akhir Maret 2017 kami akan buat keputusan tentang schedule peluncuran dan juga tentang (keikutsertaan) di GIIAS,” ucap Hosea dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Selasa, (14 Februari 2017).

Meski demikian, setelah 2017 berlalu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai peresmian Esemka.

 

2 dari 3 halaman

Delapan Mobil Esemka Lakukan Uji Tipe

Pada Oktober 2018, Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJ-SKB) Caroline Noorida mengatakan, ada delapan tipe mobil Esemka yang sudah melakukan pengujian di BPLI-SKB dan waktu pengujiannya berbeda-beda.

Menurutnya, BPLI-SKB sudah memberikan lulus uji tipe pada lima mobil Esemka pada Fabruari dan Maret 2016, yaitu Bima 1.3 (4×2) M/T, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T.

"Tiga lagi mohon menjadi info ter-update, mobil barangnya dua, Bima 1.0 (4×2) MT dan Bima 1.3 L (4×2) MT, sedangkan mobil penumpang satu yaitu tipe Garuda 2.0 (4×4) MT. Total ada delapan (ditambah hasil uji di 2016),” ujar Caroline kepada Liputan6.com, Sabtu (13 Oktober 2018).

3 dari 3 halaman

Menandatangani Letter of Intens

Esemka kembali menyita perhatian setelah resmi menandatangani letter of intens dengan beberapa perusahaan komponen dalam negeri di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Agustus 2019.

Dijelaskan Presiden Direktur PT SMK, Eddy Wirajaya, dengan adanya kesepakatan ini, kami mengundang perusahaan komponen untuk menawarkan produknya, dan apakah ada yang cocok dengan produk yang bakal diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah ini.

"Saat ini kami tetap on progress, menyiapkan fasilitas (perakitan), dan tipe kendaraannya," jelas Eddy di sela-sela pameran komponen otomotif dalam negeri di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Peneliti Indef: Esemka Masih Sebatas Gimmick
Artikel Selanjutnya
Merek Nasional, Pemerintah Maklumi Esemka Bima Hanya Ganti Merek?