Sukses

Motor Listrik Ini Ingin Jadi yang Tercepat di Dunia, Sanggup?

Liputan6.com, Jakarta - Sepeda motor listrik terkadang dipandang sebelah mata mengenai performanya. Namun, anggapan tersebut bisa berubah jika Anda melihat motor listrik merek Voxan.

Merek Voxan memang sangat asing bagi masyarakat Indonesia. Mereka adalah pabrikan asal Prancis yang sempat berdiri tahun 1995 sebelum akhirnya ditutup pada 2009.

Tak lama, pabrikan ini kembali pada tahun 2013. Kala itu, mereka mengumumkan akan membuat sepeda motor listrik dengan performa mengerikan, bertenaga 200 Tk dan torsinya mencapai 200 Nm.

Kini, mengutip dari Topgear.com, mereka kembali dan berencana akan menguji sepeda motor listrik bernama Voxan Wattman itu pada tahun 2020 mendatang.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Pengendaranya pun tak tanggung-tanggung, mantan pembalap kawakan MotoGP dan 2 kali juara dunia World Superbike (WSBK), Max Biaggi. Pemecahan rekor ini akan dilakukan di Uyuni Salt Flat, Bolivia.

Untuk meraih gelar sepeda motor listrik tercepat di dunia, mereka harus mengalahkan rekor sebelumnya yang diraih oleh Buckeye Bullet pada tahun 2016 lalu. Kecepatan yang harus dilampaui juga tak mudah, mencapai 549,4 km/jam.

Meski demikian, peluang tersebut masih terbuka. Dengan Max Biaggi di balik kemudi, desain aerodinamis, dan dapur pacu berperforma tinggi, terlebih waktu pengembangan yang cukup lama, bisa jadi rekor itu akan terpecahkan.

Sumber: Otosia.com

 

 

3 dari 3 halaman

Siap-Siap, Motor Listrik Tunggangan Ridwan Kamil Meluncur Akhir Bulan

Setelah digunakan petugas PLN sejak November 2017, motor listrik Sugeng Darma Rizqi (SDR) akan menjalin kemitraan dengan pesantren-pesantren di Jawa Barat.

Memiliki misi menghidupkan kembali ekonomi syariah, Soegeng Rijadi, CEO Arindo Pratama mengaku akan menghadirkan aplikasi baru bernama Kurir.

 

 
"Nanti itu ada kerjasama kemitraan dengan pesantren. Jadi menghidupkan ekonomi syariah. Nanti motor itu bisa mengantar barang, semabako dan mengantar orang seperti ojek online yang ada tapi namanya Kurir," katanya kepada Liputan6.com, Rabu (10/4/2019).

Menggunakan sistem bagi hasil, Soegeng optimistis motor listrik bisa digunakan sebagai transportasi umum dan kendaraan sehar-hari.

"Mungkin tahap pertama mengikuti pak Gubernur bagaimananya. Kami akan ada aplikasi sendiri (Kurir). Rencananya

Selain itu, Soegeng mengaku pihaknya memiliki target produk hingga 10 ribu unit untuk satu tahun. "Target 10 ribuan, saya tahap awal belum mau dijual maunya kemitraan saja," tuturnya.

Sebagai informasi, SDR menggunakan motor elektrik yang bersemayam di roda belakang. Memilik diameter cukup besar, kesan powerful terlihat pada kendaraa roda dua ini.

Memiliki bobot 140 kilogram, SDR mengklaim tenaga yang dihasilkan mencapai 2.500 Watt karena menggunakan baterai 72 Volt Lead Acid.

 
Loading
Artikel Selanjutnya
Honda e-Prototype, Konsep Baru Mobil Listrik
Artikel Selanjutnya
SUV Konsep Mitsubishi Siap Unjuk Diri di Asia