Sukses

Kontes Modifikasi Daihatsu untuk Generasi Kekinian Sambangi Tanah Borneo

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sepertinya makin giat memasarkan modelnya untuk anak muda, atau generasi kekinian. Salah satunya, bekerja sama dengan Indonesia Automodified (IAM), jenama asal Jepang ini kembali menyelenggarakan kontes modifikasi, bertajuk Daihatsu Dress Up Challenge 2019.

Kontes modifkasi ini sudah diadakan untuk keenam kalinya sejak 2014, dengan nama Sirion Dress-up Challenge pada 2014-2016.

Kemudian, berganti nama menjadi Daihatsu Dress-up Challenge sejak 2017 hingga saat ini. Kontes Daihatsu Dress Up Challenge 2019 terbuka untuk seluruh model Daihatsu, dengan tetap memberikan perhatian pada aspek keamanan dan kenyamanan pengendara.

Kontes ini digelar dengan total 14 series, 13 kota di Indonesia. Kali ini, kontes modifikasi bagi para milenial hadir di destinasi ketiga, yakni di Balikpapan, Kalimantan Timur, bertempat di Balikpapan Ocean Square pada 6 – 7 April 2019.

"Sebagai destinasi ketiga, kontes modifikasi ini sukses mencatat peserta sebanyak total 47 unit mobil modifikasi Daihatsu, yang terdiri dari 27 GranMax dan Luxio, 10 Ayla, enam Sirion, enam Taruna, dan dua Sigra," tulis PT ADM dalam keterangan resmi kepada Liputan6.com, Kamis (11/4/2019).

Setelah Balikpapan, Daihatsu Dress-up Challenge 2019 ini juga segera hadir di IIMS (Jakarta), IIMS (Makassar), Bali, Malang, Batam, Medan, Banjarmasin, Bandung, Palembang, Semarang, dan babak final yang akan diselenggarakan di Jakarta.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Kontes modifikasi bagi kaum milenial ini memiliki kriteria penilaian dengan memperhatikan delapan aspek, meliputi aspek overall build, eksterior; interior, paint, engine, undercarriage, car audio & video, dan presentation.

Pada setiap kota penyelenggara babak penyisihan juga akan dipilih total dua peserta modifikasi terbaik pada setiap produk line-up Daihatsu, seperti Sirion, Xenia, Ayla, Terios, Sigra, GranMax, dan Luxio, serta mobil Daihatsu lainnya tanpa dibatasi jenis, dan tahun pembuatannya atau kategori Free For All (FFA).

Para peserta modifikasi Daihatsu Dress-up Challenge 2019 juga ditantang untuk memperebutkan elite point, yang diakumulasi pada setiap seri sampai final dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah.

3 dari 3 halaman

Daihatsu Tanggapi Isu Setop Produksi Avanza-Xenia

Daihatsu dikabarkan menghentikan produksi Avanza-Xenia model sekarang. Sebelum isu ini membesar, kabar itu langsung dibantah pabrikan.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Division Head PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan pihaknya hanya mengurangi volume produksi. Meski tak menyebut besarannya.

 
 

“Itu kemarin ada berita Xenia stop produksi. Kami bantah yang itu. Jadi Xenia sampai Desember 2018 nanti, masih ada produksinya. Untuk diketahui, sampai akhir tahun kami masih produksi dan tetap menyuplai Xenia yang sekarang ini,” paparnya, usai pembukaan Daihatsu Dress-up Challenge di Istora Senayan (1/12).

Saat dikonfirmasi soal Xenia baru, ia tak mau berkomentar banyak, namun menjelaskan alasan pengurangan produksi unit.

"Jumlahnya (produksi, Red) memang berkurang. Namun itu karena Desember. Kan menjelang libur akhir tahun, yang efektivitasnya beberapa hari saja. Jadi wajar saja. Kalau seputar Xenia baru, pastilah kami sampaikan tanggal mainnya," imbuh Hendrayadi.

Namun kalau dilihat, penjualan model macam Xenia mulai turun. Maklum, saudara kembar Avanza ini sudah berkiprah selama 15 tahun di Indonesia. Harus ada penyempurnaan unit baru agar pasar tak terus turun.

Mobil LMPV ini hanya terjual sebanyak 25.728 unit pada periode Januari hingga Oktober 2018. Capaian turun sebesar 12,7 persen dibanding periode yang sama. Padahal tahun lalu penjualan Xenia mencapai 29.490 unit.

 

Kala berita ini ditulis, Daihatsu baru saja menutup penjualan bulanan untuk November. Dan data baru dirilis sekitar minggu depan. Kemungkinan torehannya tak berbeda jauh dari bulan sebelumnya. Nah, dengan penurunan ini, apakah indikasi bahwa konsumen mulai bosan dengan Xenia?

“Saya lihat bukan orang yang bosan dengan Xenia. Tapi Teriosnya yang naik dua kali lipat. Sekarang antara kompak SUV dan LMPV itu kan bedanya tipis sekali ya. Terus terang saja, kami belum melakukan survey apakah pemakai Xenia migrasi ke Terios atau tidak. Namun yang jelas, bukan berarti peminat Xenia turun,” akunya.

Mengacu pada data Gaikindo. Hingga Oktober 2018, Xenia menduduki peringkat keempat penjualan Low MPV. Posisinya berada setelah Ertiga, Xpander dan sang kakak, Avanza yang berada di posisi puncak.

Kalau dinalar, tak mungkin pula Daihatsu bergeming melihat Xenia tersungkur. Apalagi kontribusinya bisa mencapai 16% dari total penjualan. Memang tak mustahil, duet Avanza-Xenia bisa muncul pada kuartal pertama 2019. Bukan tak mungkin pula, saat duet Avanza-Xenia muncul generasi lanjutan, angka penjualan bisa lebih melejit.

Sumber: Oto.com

 
Loading
Artikel Selanjutnya
Daihatsu Ayla Turbo Mejeng di GIIAS Surabaya 2019
Artikel Selanjutnya
Dua Tahun Lagi, Mobil Daihatsu Gunakan Transmisi CVT?