Sukses

Wanita Juga Siap Masuk Jajaran Pembalap Hebat F1

Liputan6.com, Jakarta Balapan Formula 1 (F1) identik dengan kaum pria. Namun hal itu tak menyurutkan semangat pembalap asal Kolumbia, Tatiana Calderon untuk terjun di balapan jet darat.

Ya, akhir pekan ini Calderon menjadi wanita Amerika Latin pertama mengemudikan mobil F1 milik tim Sauber 2013 C3 bermesin V8 dan melakukan tes di Sirkuit Fiorano, Maranello, Italia. Demikian dilansir Crash.net, Minggu (18/11/2018).

Tes kali ini merupakan lanjutan dari tes sebelumnya yang penah dia lakukan ketika harus di belakang kemudi C37 2018 di Meksiko, akhir bulan lalu.

Bahkan Calderon mengaku sangat menyenangkan berada di belakang kemudi mobil yang begitu cepat.

“Ini akan menarik untuk mendapatkan pengalaman dan  mempelajari lebih lanjut tentang mobil-mobil F1. Saya berharap dapat terus bekerja keras, berkembang, dan berkembang bersama dengan tim,” ujarnya.

“Saya ingin berterima kasih kepada Alfa Romeo Sauber F1 Team karena telah memberi saya kesempatan ini dan untuk mempercayai kemampuan saya,” kata wanita yang kini genap berusia 25 tahun itu.

 

2 dari 3 halaman

Pembalap wanita yang trampil

Sementara itu, Kepala Tim Sauber, Frederic Vasseur, memuji apa yang telah dicapai Calderon selama ini.

“Dia mengesankan tim, dengan dedikasi, fokus dan keterampilannya diacara promosi baru-baru ini,” ucapnya.

"Kami yakin bahwa Tatiana memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengemudi di tingkat tertinggi, dan berharap dapat melihat perkembangannya dan mendapatkan lebih banyak pengalaman pada tes yang akan datang," tutur Vasseur.

 

3 dari 3 halaman

Daftar pembalap F1 Wanita

Calderon bukan satu-satunya wanita yang pernah turun di balapan mobil F1. Sebab, kemunculan pembalapan F1 telah ada di tahun 1950-an.

Ya, kala itu ada pembalap asal Italia dari tim Maserati, yaitu Maria Teresa de Filippis. Dia turun balapan pada 1958-1959.

Selang beberapa tahun kemudian ada juga pembalap Italia lainnya yaitu Lella Lombardi pada 1974-1976. Kemudian disusul pembalap Inggris, Divina Gallicia.

Setelah itu ada juga Desire Wilson bersama tim Williams pada 1989 dan Giovanna Amati dengan Brabham pada 1992.

Artikel Selanjutnya
Vietnam Siap Jadi Tuan Rumah F1 2020
Artikel Selanjutnya
Vettel Sebut Hamilton Pantas Juara Dunia F1 2018