Sukses

Kekayaan Budaya Indonesia Bisa Jadi Nilai Lebih Motor Kustom

Liputan6.com, Jakarta - Tren motor kustom terus tumbuh dan menyebar hingga pelosok Tanah Air. Tidak hanya di kota-kota besar, pelaku kreatif motor kustom di kota kecil pun bermunculan dengan karya-karya yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Ini artinya kustom bukan hanya didominasi kota besar tetapi di kota-kota kecil pun kustom berkembang. Ini bagus karena kustom bukan hanya sebuah bentuk ajang kreativitas tapi juga sebagai bahasa buat anak muda untuk mengekspresikan diri," terang Lulut Wahyudi builder Retro Classic Cycle Yogyakarta di Makassar, Sulawesi Selatan akhir pekan lalu.

Komentar Lulut didasari oleh salah satu peserta dalam kontes modifikasi Suryanation Motorland Battle 2018 seri Makassar yang datang dari Majene. Menurutnya, Majene merupakan daerah yang jauh dari pusat kota.

Peserta tersebut datang dengan membawa karya yang lekat dengan budaya nasional. "Dari painting dia mengangkat kain tenun lokal, songket. Kalau kita lihat, Makassar kaya dengan kain-kain yang warna-warni dia coba tangkap itu jadi sebuah motif painting," kata Lulut.

Pria asal Yogyakarta itu menganggap ini merupakan langkah awal yang baik karena jika kita ingin go international harus mempunyai sesuai yang menjadi added value pada motor kustom yang akan dibawa.

"Kalau kita cuma buat motor kustom yang glossy tanpa added value, di luar negeri mungkin orang lain bikin lebih glossy lagi," ujarnya.

Menurut Lulut, ada satu hal yang builder lokal punya namun tak dimiliki oleh builder luar negeri yaitu budaya lokal.

"Kita punya culture. Kita punya kekayaan budaya dan itu bisa diolah sebagai bahasa kustom sehingga suatu saat kita bawa motor ini ke luar negeri, Indonesia dengan motor kustomnya bisa berbicara karena kita membawa root akan budaya kita yang berbeda dari sekian banyak motor kustom di dunia," tutup Lulut.

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Pria Ini Bocorkan Rahasia Motor Kustom Terbaru Jokowi

Seorang pria membocorkan informasi seputar motor kustom terbaru milik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Dia adalah Andi Akbar yang tak lain builder Katros Garage yang mengerjakan motor kustom terbaru Jokowi berbasis Kawasaki W175.

Pria yang karib disapa Atenx itu mengatakan, foto-foto Kawasaki W175 bergaya tracker dengan tangki bertuliskan "Jokowi" yang beredar di dunia maya adalah versi sementara. Bukan model yang benar-benar sesuai dengan permintaan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Jadi yang kalian lihat itu hanya model sementara karena Bapak (Jokowi) tiba-tiba bilang mau pakai," jelas Atenx saat ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

 

 

 

Ia pun menceritakan perihal model sementara itu. Awalnya staff Presiden memberi tenggat waktu pengerjaan selama dua bulan. Namun saat dalam proses pengerjaan tiba-tiba motor itu minta diselesaikan segera karena mau dipakai.

"Di tengah-tengah (proses pengerjaan) ada agenda bapak mau pakai motor, jadi harus jadi sebelum dua bulan, dan itu saya enggak bisa selesaikan," kata Atenx.

"Akhirnya saya kasih solusi, bagaimana kalau dipertengahan itu motornya dibikin dulu tapi tidak seperti deal di awal. Tapi enggak tahu akhirnya itu motor dipakai apa enggak, yang jelas motor itu sudah diantar ke Istana," ia menambahkan.

Kini motor tersebut sudah kembali ke workshop Katros Garage untuk pengerjaan lanjutan sesuai dengan kesepakatan awal. Pria ramah itupun menyebut, desain yang diinginkan Jokowi tidak seperti model sementara yang fotonya beredar luas.

"Jadi modelnya akan jauh beda dari yang awal (model sementara). Dari gaya aliran akan berbeda. Kalau yang kemarin tracker, misalnya sekarang jadi board tracker. Genrenya berubah," ujar Atenx.

Dirinya menyebut, pekan depan motor garapannya itu harus sudah diantar ke Istana. Sementara saat ini masih dalam tahap finishing. Ia pun membisikkan jika ada sesuatu yang spesial dari motor tersebut.

"Dan yang spesial, motor itu akan jadi salah satu motor custom dengan basic W175 rigid pertama. Jadi enggak pakai shock belakang. Frame banyak berubah, tapi shock depan tetap up side down," bisiknya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk warna akan tetap dipertahakankan. "Warna tetap hijau sesuai dengan STNK," pungkasnya.