Sukses

Bukti Komitmen Nissan Terhadap Mobilitas Masa Depan

Liputan6.com, Singapura - Terus berkembangnya industri otomotif, terutama menuju elektrifikasi ditanggapi serius oleh Nissan. Salah satu produsen otomotif terkemuka di dunia itu, bahkan mengajak perwakilan pemerintah, dan pemimpin industri untuk membahas masa depan mobilitas di kawasan Asia & Oceania.

Liputan6.com mendapat kesempatan menghadiri gelaran yang bertajuk Nissan Futures ke-4 ini diadakan di Singapura, 6 dan 7 Februari 2018, di Marina Bay Sands Expo & Convention Center.

Diskusi tentang masa depan industri otomotif yang tengah berkembang pesat ini, bakal menyoroti solusi mobilitas baru yang dapat mengatasi beragam tantangan dunia, seperti polusi udara, urbanisasi dan kemacetan.

"Nissan berkomitmen untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan untuk masa depan," jelas Yutaka Sanada, Nissan Regional Senior Vice President.

"Akan tetapi, kami tidak dapat menggapai masa depan mobilitas tanpa melibatkan pihak lain. Pertukaran informasi antara pemangku kepentingan publik dan swasta – seperti yang berlangsung di Nissan Futures, membantu menciptakan pemahaman bersama atas jalan yang harus kita lalui dan membina kolaborasi," tambahnya.

Nissan memang memiliki posisi yang kuat untuk membantu memperluas mobilitas di wilayah ini. Caranya, dengan memperkenalkan lebih banyak upaya elektrifikasi, otonomi, dan konektivitas yang lebih luas melalui Nissan Intelligent Mobility.

2 dari 2 halaman

Mencicipi Teknologi Masa Depan dari Nissan Note e-Power

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) merupakan salah satu agen pemegang merek (APM) di Indonesia yang telah siap dengan mobil ramah lingkungannya. Bahkan, sebelum regulasi mobil rendah emisi dipersiapkan, NMI telah menjual X-Trail hybrid ke Indonesia.

Pada Gaikindo Indonesia International Autoshow 2017, NMI kembali memamerkan kemampuannya di bidang mobil energi alternatif dengan menampilkan Nissan Note e-Power dan Bladeglider.

Liputan6.com berkesempatan untuk menguji Note e-Power di Bridgestone Proving Ground, Karawang, Jawa Barat. Lokasi pengujian yang berada di sirkuit ini artinya Liputan6.com tidak bisa menguji konsumsi bahan bakar dalam kondisi sebenarya, sisi positifnya, Liputan6.com dapat merasakan performa dari motor elektrik yang dimiliki.

 

 

Meskipun menggunakan motor elektrik sebagai penggerak utama, Nissan Note e-Power bukanlah sebuah mobil listrik murni. Alasannya, kehadiran mesin 1,2 liter disematkan sebagai pengisi baterai.

Jadi, Note e-Power adalah mobil dengan sistem series hybrid. Artinya, penggerak utamanya adalah motor elektrik, sedangkan mesin konvensional sama sekali tidak terhubung dengan penggerak.

Keuntungan sistem ini adalah, mesin konvensional menyala pada putaran ideal di angka 2.500 - 4.000 rpm. Seberapa dalam Anda menginjak pedal akselerasi, putaran mesin akan tetap stabil, kecuali butuh pengisian baterai yang cepat (putaran maksimal di 4.000 rpm).

Dengan begitu, potensi pada motor elektrik Nissan Note e-Power bertenaga 107 Tk dengan torsi 254 Nm dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

 

 Baca selengkapnya di sini.

 
 
Loading
Artikel Selanjutnya
Soetta jadi Bandara Pertama di Indonesia yang Bisa Isi Baterai Mobil Listrik
Artikel Selanjutnya
Sulit Diproduksi Lokal, Seberapa Mahal Harga Porsche Taycan di Indonesia?