Sukses

Ada SUV Mercedes di Museum Porsche, Kok Bisa?

Liputan6.com, Stuttgart - Ada pemandangan menarik di Museum Porsche yang berada di Stuttgart, Jerman. Pasalnya, terdapat sosok sport utility vehicle (SUV) Mercedes G-Class di antara koleksi mobil-mobil Porsche.

Sebagaimana dilansir Autoevolution, Sabtu (23/12/2017), dipamerkannya Mercedes G-Class di Museum Porsche bukan tanpa alasan. Terselip sejarah yang menarik sehingga SUV gagah itu diberi ruang pamer khusus.

Singkat cerita, pada 1985 Porsche ingin turun di kejuaran reli Dakar yang disebut Pharaoh’s Rally yang berlangsung di Mesir. Porsche membutuhkan mobil pendukung dari 959 yang sudah berprestasi di arena gurun pasir.

Lantaran belum memiliki produk SUV dan Porsche Cayenne masih jauh dari waktu kelahirannya, akhirnya Porsche memutuskan untuk membeli Mercedes G-Class dan mengubahnya menjadi mobil reli gurun.

Mesin bawaan Mercy dicopot lalu diganti mesin V8 Porsche 928 yang sanggup menyemburkan daya hingga 316 Tk dengan kecepatan tertinggi 180 km/jam. Hasilnya, mereka mampu menaklukan Pharaoh’s Rally.

Kini semua orang bisa melihat mobil bersejarah ini setelah disembunyikan di fasilitas penyimpanan rahasia selama berpuluh-puluh tahun.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Porsche Langka

Museum Porche di Stuttgart, Jerman, baru saja mendapatkan koleksi mobil terbaru. Tak tanggung-tanggung, mobil tersebut adalah Porsche 911 lansiran 1964.

Model mobil sangat ditunggu-tunggu dan dicari pihak museum, karena tergolong sangat langka dan menjadi salah satu model sport yang pertama kali diproduksi Porsche.

Dilansir Carscoops, Senin (18/12/2017), cerita penemuan mobil Porsche langka tersebut pertama kali diketahui saat salah satu TV Jerman yang melakukan pengambilan gambar di sebuah gudang di Brandenburg, prihal acara barang antik.

Kala itu seorang kru TV menghubungi museum Porsche untuk melakukan pemeriksaan. Benar saja, saat pihak museum Porsche datang, mereka menemukan salah satu mobil sport yang lama diburu.

Tak panjang lebar, setelah menemukan mobil langka tersebut pihak museum langsung menebusnya dari pemilik gudang.

Karena bentuknya tak karuan dengan bodi penuh karat diberbagai sisi dan tak memiliki pintu, maka mobil itu langsung direstorasi ulang.

 Untuk merombaknya, pihak museum merubahnya dengan sejumlah parts asli, mulai dari mesin, transmisi, listrik dan juga interior. Mobil langka ini diselesainkan dalam waktu hingga tiga tahun.