Sukses

Keren, Mobil Klasik Bertenaga Listrik

Liputan6.com, Malvern - Mobil listrik bergaya klasik Morgan EV3 pertama kali diperkenalkan sebagai prototype pada 2015. Mobil ini mengadopsi gaya era 1930-an dengan mengadopsi tiga buah roda.

Model tersebut diperkenalkan secara resmi tahun lalu di Geneva, dan hanya tersedia dalam bentuk Selfridges Edition.

Kabar baiknya, bagi Anda yang tertarik dengan model ini, maka mobil listrik klasik ini akan diproduksi secara massal. Seperti diberitakan Top Gear, EV3 akan memasuki jalur produksi di tahun mendatang.

Dan Morgan akan bekerja sama dengan Frazer-Nash Energy Systems untuk memberikan performa optimal pada mobil dengan pengisian cepat. Salah satu perubahan performat adalah akselerasi 0-100 km/jam di angka 9 detik pada model sebelumnya akan berkurang menjadi 7 detik.

Spesifikasi juga mengalami perubahan, jarak tempuh menjadi 192 km (sebelumnya 240 km), baterai berspesifikasi 21 kWh lithium-ion yang menggerakkan motor elektrik 34,8 kW. Bobotnya diklaim kurang dari 500 kg.

Dilansir Carscoops, sasis mobil listrik ini terinspirasi dari desain mobil balap era 1930-an, motor klasik, dan fantasi tahun 1950-an. Ini menjadi kendaraan pertama Morgan yang menggunakan carbon composite panels untuk bonnet, tonneau cover, dan side pods. Harganya akan dibanderol lebih dari $40.000 (setara Rp 543 juta).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Jokowi Rasakan Sensasi Mobil Listrik Buatan Indonesia

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mencoba mobil listrik Ezzy II besutan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Gerbang Tol (GT) Warugunung, Selasa (19/12 /2017).

"Tadi kita coba, jalannya hanya 30 sampai 40 km. Kalau menurut saya enak - enak saja karena mobil ini adalah sebuah produk baru dan ini sudah melompat baik," tutur Jokowi.

Jokowi menuturkan bahwa mobil listrik ini saat berjalan pelan lalu berakselerasi, masih ada sendatan seperti deg deg, tapi secara umum sudah sangat baik.

 

 

"Hanya problem-nya tadi adalah mengenai baterai. Poin yang harus kita ambil adalah mengenai produksi baterainya kalau mobil ini diproduksi kan dalam jumlah yang banyak atau diindustrikan, larinya mesti ke sana," katanya.

Menurut Jokowi, setiap produk riset dan penelitian itu memang harus ditindaklanjuti supaya bisa masuk ke industri.

"Tapi itu tidak mudah karena menyangkut uji emisi dan lainnya sebagainya," ucapnya.

Jokowi menegaskan, yang paling berat biasanya adalah bagaimana mobil listrik itu secara desain dan harga bisa masuk ke pasar dan bisa berkompetisi dengan produk mobil lain yang sudah lama berada di pasar.

"Proses itu biasanya yang sangat menyulitkan. Tetapi apapun tetap akan kita kejar. Termasuk juga mobil SMK, agar segera masuk ke proses industri," ujarnya.

Artikel Selanjutnya
Menjajal Mobil Listrik Mahasiswa Bandung, Bagaimana Rasanya?
Artikel Selanjutnya
Bukan Italjet Angel, Ini Sepeda Tenaga Listrik Karya Mahasiswa Yogya